Senin, 22 April 2013

Book Review : Pemulihan Jiwa 3

Review Pemulihan Jiwa 3  "Bukan Aku Kalau Aku Tak Bisa Sabar", begitulah salah satu kalimat pembuka buku seri terbaru Pemulihan Jiwa oleh Dedy Susanto. Layaknya seri sebelumnya Dedy kembali berhasil menyentuh hati-hati sakit yang perlu dipulihkan. Bukan tanpa alasan beliau menulis buku ini, dalam seri sebelumnya Dedy menjelaskan bahwa isi buku-buku tersebut merupakan cerminan pengalaman pahitnya sebagai insan manusia yang tegar dan mampu bangkit ketika dunia tidak berpihak padanya.
 
Menurut saya buku seri Pemulihan Jiwa ini adalah salah satu buku motivasi yang terbaik saat ini, layaknya seorang Bapak yang bijak terhadap anaknya, Dedy mampu menyelami isi hati orang-orang yang diluar kelihatan baik akan tetapi hatinya hancur sehingga patah semangat menjalani sisa hidupnya. Dedy seakan-akan mengetahui setiap jejak-jejak luka yang bersarang di ribuan para pembacanya dan berusaha mengeluarkan mereka serta menggantikannya dengan harapan untuk hidup lebih bahagia. Kemampuannya menyelami isi hati banyak orang tersebut seakan-akan menghancurkan hegemoni peribahasa "Isi lautan bisa diukur, akan tetapi Isi Hati Orang siapa yang tahu?

Rabu, 13 Maret 2013

Lia Amilia Radulovic : Srikandi Indonesia Yang Menerbangkan Amerika


Lia Radulovic - Saya tertarik dengan salah satu bintang tamu acara Talk Show Bukan Empat Mata yang ditayangkan di Trans TV 4 Maret 2013 semalam. Pada tayangan yang dbawa komedian kocak Tukul Arwana tersebut mengambil tema sosok-sosok orang Indonesia yang berprestasi di Luar Negeri ataupun sebaliknya Warga Negara Asing yang berprestasi di Indonesia. Bintang tamu pertama adalah Laura Mulyadi, Model Indonesia campuran yang lalang melintang di dunia model, kalau saya gak salah  Laura ini juga salah satu finalis Putri Indonesia yang lalu. Bintang tamu yang kedua adalah sosok Pria dewasa yang saya tidak mengiukti jalan interview tukul dengannya, sedangkan bintang Tamu yang ketiga adalah Pesepakbola Naturalisasi asal Belanda yang saya lupa namanya tapi si doi sedikit bisa berbahasa Indonesia meskipun harus mendapatkan bantuan sedikit dari bintang tamu yang Keempat dan Olla Ramlan untuk translasinya. Dan Bintang Tamu terakhir adalah sosok yang membuat saya kagum sekaligus topik dari posting saya hari ini.

Namanya Lia Amilia Radulovic, sekilas jika ditilik dari namanya terkesan campuran antara nama orang Jawa dan nama orang Serbia-Bosnia.Tapi jangan salah, Mba Lia ini asli dan murni orang Indonesia lho!. Lahir di Jakarta pada tanggal  12 Januari 1978, Lia tidak pernah berfikir dirinya bakal berkecimpung di dunia Militer Negara Paman Sam. Ya ! Dunia Militer!.

Kamis, 07 Maret 2013

Positips: Bagaimana Menghadapi Sosok Negatif di Kantor? Just Stay PACEY !

Dunia kerja memang suatu tantangan bagi para kaum muda yang baru saja lulus., saya pun demikian. Meskipun saya tidak lagi dikategorikan sebagai Kaum Muda ataupun Freshgraduate, akan tetapi saya masih tergolong baru di dunia kerja. Lengkap belum genap 1 (satu) tahun saya bekerja pasca kelulusan saya dari perguruan tinggi, banyak rintangan dan permasalahan yang dihadapi membuat saya sadar sebenarnya dunia kerja itu bukan suatu hal yang menyenangkan yang sebelumnya banyak orang pikirkan. Kebanyakan orang berfikir bahwa mendapatkan pekerjaan adalah hal yang menyenangkan, hal itu benar dan tentu saja bagi saya secara personal mendapatkan pekerjaan adalah suatu anugerah yang patut diperjuangkan. Akan tetapi kebanyakan para Job Seeker ini belum sampai menyadari bahwa arti pekerjaan bukan hanya gaji dan rutinitas, lebih dari itu pekerjaan adalah suatu proses pendewasaan dari manusia setengah dewasa ke manusia dewasa bermental baja.
 
Akan tetapi kebanyakan gagal melalui tahap proses ini, kebanyakan mereka lebih memilih untuk berjalan dan mencari titik poin comfort zone. Akibatnya tidak lebih dari 1 bulan bekerja kebanyakan para pekerja baru ini hengkang dengan berbagai alasan seperti job desk tidak sesuai, kurang bersosialiasi, konflik antar pekerja dan lain hal sebagainya. Kunci utama dari kebanyakan kegagalan para pekerja baru tersebut terletak bagaimana mereka mengatasi diri mereka dan mengontrol respon terhadap orang lain. Untuk yang kedua yaitu mengenai cara mengontrol respon terhadap orang lain akan saya jelaskan dengan terperinci di sini sedangkan untuk yang pertama yaitu mengatasi diri sendiri akan saya jelaskan di waktu yang akan datang.

Kamis, 21 Februari 2013

Solitude Terhadap Berita Pemerkosaan 3 Bocah di India


Di saat tenang dan santai , solitude adalah salah satu cara yang paling tepat untuk menghilangkan rasa jenuh, kesal , marah setelah satu harian tidak diberikan pekerjaan meninggalkan seorang diri hanyut dalam kesepian yang disertai dengan kebosanan. Memang unik menjadi pribadi seperti saya yang dimana orang-orang pada bahagia kegirangan karena satu harian tidak bekerja, saya malah merasa itu kerugian buat saya bukan karena soal harga diri atau merasa sok hebat agar dibilang sibuk, akan tetapi saya seperti merasa buang-buang waktu tanpa alasan dan digaji buta di akhir bulan. Memang saya dapat uang untuk itu tapi ilmu yang saya dapatkan tidaklah setimpal, maksudnya apakah ini yang saya cari dalam karir saya?. Mungkin saya harus lebih agresif lagi untuk meminta pekerjaan pada Bos, setelah beberapa percobaan selalu ditinggal tanpa balasan. 
 

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails