Jumat, 30 Juli 2010

Jangan Menyerah

Sememangnya manusia ada batasannya dalam memperjuangkan hal yang diyakini baik baginya. Perjuangan yang tiada henti pun selalu dilakukan mengingat hanya melalui cara itu mimpi dapat menjadi kenyataan. Semangat terus dikobarkan meskipun api yang membara berkali-kali dipadamkan oleh air kegagalan. tapi itu bukan masalah perjuangan merupakan hal yang abadi, tidak terpaut oleh usia dan hal-hal yang berbau dengan fisik. Kapanpun jiwa merasa terkubur dan jatuh kedalam kehancuran di situ pula sang "Napoleon" membela bertempur memperjuangkan kemenangan demi suatu kebanggaan dinasti kehidupannya. Asungguh berat apabila perang ini selalu berakhir dengan kekalahan. jiwa-jiwa yang mati seakan tewas tanpa menghasilkan apa-apa. Sedih menyusup kelubung hati membawa setan membujuk merayu melakukan pencabutan.

Mengapa kegagalan sungguh sukar dikalahkan. Segenap ksatria sudah ku kerahkan ke dalam medan pertempuran yang berbahaya, meskipun pada kenyataanya setiap aspek perjuangan tidak bisa dikatakan sempurna, persiapan sudah dapat meninabobokan jasmani di peraduan. Tapi mengapa selalu kalah? apakah sudah takdirku akan kekalahan yang berkepanjangan atau Tuhan menghendaki seperti ini, atau perjuanganku belum keras dan perlu pengorbanan yang lebih besar lagi. tapi itu sudah kulakukan, apkah aku sanggup menuju ke level yang lebih tinggi. ke tempat yang asal-usulny dan akibtanya aku tidak ketahui. Aku merasa kalah dan menyerah dari pertempuran ini. sedih karena keyakinanku menghancurkanku seraya berbohong dengan khyalan yang sulit diterima oleh akal. meskipun begitu apresiasi tak akan kulupakan kepada pencetus kepositivan, karena dialah insiprasi jiwa dalam memperjuangkan kehidupan.

Sudah cukup penyesalan ini, sebaiknya aku bangkit lagi dari kematian yang yang menyesakan hati. sudah cukup air mata keluar seraya mengabaikan perjuangan lanjutan yang harus diselsaikan. Jangan Menyerah itulah yang seharusnya menjadi prinsip utama diri dalam menghadirkan semangat baru yang berkobar-kobar agar mimpi dapat menjadi sebuah realitas. kebahagiaan bukan merupakan sebuah dongeng belaka, semuanya dapat diraih dengan prinsip jangan menyerah dan sedikit demi sedikit hal tersebut menghampiriku. Yang kuperlukan hanya kesabaran dalam menunggu dan matang pikiran memimpin tubuh untuk berjuang kembali. Kesuksesan hanya di pelupuk mata apabila semuanya terorganisir dengan baik. berjalan dan teratur tanpa cacat perilaku dan sikap yang dengan sendirinya mengantar sebuah hasil jatuh ke lembah kehancuran. tidak semua bisa bangkit, tapi hati besi seperti Aku bukan merupakan hal yang dapat ditandingi oleh musuh yang selalu mengolok-olok, meremehkan serta menari-nari diatas kegagalanku.

Aku bangkit Tuhan dari kehancuranku. jiwaku sudah mengering dari sungai air mata yang terus membanjiri puing-ping kota dalam hidupku. sudah puas hati terus menggerutu tanpa habis pikiran berperangan mengusir semua penjajah mental yang membunuhku bertahun-tahun. mengerat setiap urat nadiku serta menyayat satu persatu artileri penyambung kehidupan. biarlah semua kekagalanku kutampung dalam suatu gentoing usaha yang menjadikanku lebih peka dalam mempersiapkan pembalasan yang akan menghasilkan kemangan. sungguh besar keyakinanku akan deklarasi itu dikumadangkan. Proklamasi kemerdekaanku akan ku teriakan keseluruh dunia, sehingga dunia akan berserorak-sorai, mengelu-elukan sebuah kemenangan dari anaka yang putus akan kasih sayang. panggil semua dan raihlah cointa kasih dari mereka, jangan malu menunjukansebuah tanda akan adanya cahaya putih yang mengenang di hati. tunjukan kilauan itu agara hidup berwarna-warni tidak hitam putih.

Aku mati tapi pasti kembali
Aku hidup kembali tapi pasti akan mati abadi
Aku Sedih tapi kegembiraan pasti akan kuraih
Aku Gembira dan akan terus kembali berseri




Kamis, 22 Juli 2010

Suasana Alam Setelah Hujan Turun

Saat-saat hujan adalah waktu yang selalu saya tunggu-tunggu, bukan hanya karena keindahannya akan tetapi terapi hujan yang diberikan kepada kedua kupingku yang haus akan nyanyian merdu bak bidadari dari khayangan. Di saat hujan saya menemukan sesuatu momen dimana pikiran dapat melayang menggapai ingatan-iungatan masa lalu yang hamper terlupakan oleh kejadian-kejadian di masa sekarang. Ingatan-ingatan tersebut seolah-olah menceritakan suatu perjuangan kepadaku tanpa ku sadari bahwa yang berjuang didalamnya adalah diriku sendiri. Selanjutnya hal yang kurasakan adalah beraneka macam mulai dari sedih, bahagia hingga kesepian, ah sememangnya hujan sememangfnya harus dinimkati oleh setiap manusia untuk intropeksi diri daripada dijadikan musik iringan ke peraduan.

Hujan tidak hanya memberikan kebahagian kepadaku selaku mahkluk hidup yang mempunyai akal, tumbuhan pun mendapatkan manfaat dari air yang berjatuhan ini. Mereka tampak senang kehijauan memandang sekeliling dengan bahagia lalu berbasah-basahan subur dengan kegembiraan. Saya pun selaku pencinta tumbuhan merasa kesenangan tersebut memasuki kalbu diri yang paling dalam. Sungguh senang melihat mereka berkumpul dengan tertib merasakan sebuah kesenangan yang mereka dapat dari pencipta-Nya.

Dimasa-masa hujan seperti ini saya lebih banyak merenung, sunggiuh ironis memang ketika sebahagian orang menggunakan momen teduh ini untuk tidur, saya malah menjadikannya sebagai tempat beradu curhat. Entah mengapa hujan seperti teman yang enak diajak bicara, tidak sering membantah dan memberi pengertian selebihnya hanya diam saja.









Tumbuhan-tumbuhan tampak menghijau luar biasa, hal ini tentunya menandakan bahwa mereka sememangnya` bergembira datangnya waktu yang sememangnya menyuburkan mereka. Mereka adalah penyelamat paru-paru manusia, sungguh ironis memang mengingat keberadaan mereka sering di ganggu dan dirusakan habitatnya oleh para manusia-manusia yang tamak akan harta dunia.








Jalan-jalan yang ditelusuri pun basah dan segar, akan tetapi awas sekali-kali kondisi ini dapat melukai karena sangat licin ketika berjalan diatas, sungguh harus berhati-hati bagi para pedestrian.




Genangan air seperti ini sebanranya dapt diperbaiki akan tetapi sangat sulit untuk direalisasikan mengingat tidak adanya kesadaran oleh pihak-pihak baik dari perbuatan preventif maupun represif.





Para penjaja kaki jalanan pun tidak mau kalah bergembira, mencari sesuap nasi melalui kantong mahasiswa yang menggali ilmu di instansi sumur pengetahuan. Sungguh sedap dan lezat rasa makanan yang mereka suguhkan. Harga yang relatif terjangkau menambah keinginan membeli bagi perut-perut yang keroncongan. Sememangnya apabila sehabis hujan seperti ini memang enak mencicipi cemilan jalanan sambil menikmasti suasana segar setelah diguyur hujan. Ditambah lagi melihat pelangi di ufuk barat yang tampak tersenyum menyambut manusia untuk bergembira, sebuah tanda dari Yang Maha Kuasa akan Janji-Nya bahwa tidak akan terjadi air bah lagi di dunia. Sungguh mengagumkan Janji Tuhan tesebut. Kondisi yang romantis ini sungguh merupakan hal yang tidak dapat dilewati dalam kehidupan.







Setelah lelah habis jalan-jalan sehabis hujan, letih tubuh menandakan saat pulang. Menyusuri jalanan universitas sambil memandangi kampus yang sebentar lagi akan kutinggalkan. Oh sungguh tak percaya bahwa Aku akan tamat menyelkasaikan studiku setelah 4 tahun berjuang keras menjadi orang yang berilmu. Rasa rindu pun datang menyelinap yang terkadang menyesakan hati menangis bahwa semua kebahagiaan akan terganti dengan sesuatu hal yang tidak pasti. Tapi jiwa tersirami bahwa hukum perpisahan pasti akan terjadi, dimana ada perjumpaan pasti ada perpisahan dan dimanan ada awal tentunya ujung akan datang juga. Semua tercipta alamiah akan tetapi tidak semua yang dapat menerima, namun apabila harapan akan perubahan yang lebih bahagia menyelinap mengobati setiap kesakitan, semuanya akan baik-baik saja.





Jalan-jalan sehabis hujan adalah terapi yang manjur untuk mengobti stres. Semua ini akan kuingat sampai akhir hidupku. Aku tahu aku akan merasakan banyak pengalaman yang lebih baik dari ini, tetapi keindahan yang kudapatkan tidak mungkin bisa kulupakan begitu saja. Terima kasih hujan telah hadir dalam hidupku.


LinkWithin

Related Posts with Thumbnails