Tampilkan postingan dengan label Kehidupan Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan Kampus. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Januari 2011

Nilai B Pembawa Bencana


Masa-masa ku di Kampus akan segera berakhir dengan hitungan bulan, semua sudah dipersiapkan agar aku lulus dengan sempurna kelak. Akan tetapi ada benarnya apa yang orang bilang kalau semua yang direncanakan belum tentu akan berhasil dengan apa yang diharapkan sebelumnya. Cita-cita yang dari dulu saya canangkan yaitu tamat dengan nilai Cum Laude atau sempurna. Adapun pengertian dari Cum Laude itu bagi yang belum tahu adalah suatu nilai dimana seorang mahasiswa Tamat dari Universitas dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) diatas 3,5 dengan jangkan waktu belajar 5 tahun. Sungguh menyenangkan ketika mengetahui bahwa nilai IPK saya sudah mencapai nilai standard tersebut dan tinggal menunggu lulus saja. Perlu diketahu bahwa nilai IPK saya adalah pas-pasan yaitu hanya sekitar 3,54 dan itu tidak menjamin saya lulus dengan status Cum Laude. Perlu mengulang mata pelajaran yang mendapat nilai C untuk menaikkan nilai IPK menuju angka aman 3,6. Segala cara sudah saya tempuh dan setiap kerja keras saya curahkan sudah.

Akan tetapi itu tidak berlangsung lama, sepertinya keberuntungan tidak memihak saya di akhir-akhir perkuliahan. Di semester 7 yang mungkin semester terakhir, saya mendapat nilai terburuk dalam sejarah saya kuliah di Universitas Sumatera Utara. Nilai B sangat mendominasi nilai-nilai saya yang berujung pada penurunan nilai Indeks Prestasi Kumulatif saya, sungguh menyakitkan sekali menyadari bahwa perjuangan bertahun-tahun terhempas sudah akibat nilai ketidakberuntungan di semester "santai" ini. Tidak aya sadari dengan banyaknya nilai B tersebu menjadikan nilai IPK saya keluar dari standard Cum Laude, apakah ini yang harus saya terima setelah bertahun-tahun berjuang mati-matian?

Sungguh saya adalah tipe orang yang tidak bisa menerima kekalahan, apalgi kekalahn yang disebabkan oleh ketidakobjektifan. Sungguh kjam rasanya menilai para dosen yang tidak menghargai kerja keras mahasiswanya dan menghancurkan cita-citanya. Bukan waktu yang singkat untuk menanamkan kepercayaan diri , hal itu merupakan esensi pribadi yang butuh perjuangan dalam mengeluarkannya. tapi apakah arti keluhan jika pada akhirnya takdir sudah berjalan.

Nilai IP ku yang kini sudah diujung tanduk, bersiap untuk keluar dari angka standard Cum Laude. Aku sebagai manusia yang bertuhan menerima saja karena yakin itu merupakan hal yang terbaik, bak pepatah yang mengatakan "Apa yang terjadi itulah yang terbaik", itulah kurasakan sekarang , tiada penyesalan ataupun kemarahan tang tersisa hanya harapan menunggu datang sebuah keajaiban. Kita Tunggu saja.

Minggu, 02 Januari 2011

Happy New Year : Greeting dan Asa Ke Depan

Terlambat, dua hari telah berlalu sejak kapal keberangkatan Tahun 2011 tiba pada pukul 00.01 Juma't kemarin, saya belum mengucapkan selamat Tahun Baru sebagai admin blog personal ini tentunya tidak enak hati, apalagi dengan teman-teman lama sesama blogger ataupun pembaca setia blog saya ini ,emang ada :) . Tentunya alangkah baik apabila jalinan silahturahmi tetap dijaga dengan mengucapkan Selamat Tahun Baru. Yups, Selamat Tahun Baru saudaraku, baik yang merayakannya maupun yang melupakannya : 0, tapi saya yakin sekali kalau semua rakyat Indonesia merayakan hari yang spesial ini, tahun baru gitu loh!.

Sesuai dengan judulnya Happy New Year : Greeting dan Asa Ke Depan, tentunya setiap momen tahun baru ada suatu keadaan dimana kita wajib untuk menyusun rencana atau menurut bahasa saya " asa: ke depannya. Adapun asa yang dimaksud ini meliputi hal-hal apa saja yang ingin dicapai di tahun depan a.k.a tahun 2011. Untuk tahun depan jujur saya hampir tak punya harapan yang muluk-muluk, padahal tahun 2011 adalah tahun kelulusan saya dari menimba ilmu selama hampir 4 tahun di Universitas Sumatera Utara Fakultas Hukum,Hmm...ironis sekali memang. Tapi sesungguhnya tidak sedemikian cueknya saya dalam menghadapi tantangan di Tahun ini, ada juga yang ingin saya capai dengan hasil maksimal, adapun asa-asa tersebut antara lain:

1. Lulus Perkuliahan dengan Nilai Cum Laude

Seperti yang telah disinggung di awal-awal, tahun 2011 ini merupakan tahun graduates saya jadi asa yang satu ini merupakan prioritas utama. Awalnya saya berencana akan menamatkan perkuliahan saya pada bulan 4 akan tetapi oleh karena ada sesuatu hal yang menurut saya penting, niat itu diundur menjadi bulan 7. Jujur kapanpun saya tamat kuliah bukan menjadi persoalan yang penting harus pada tahun ini tentunya. Nilai Indeks Prestasi Kumulatif a.k.a IPK saya sudah mencapai Nilai Cum Laude hanya mungkin perlu perbaikan mata kuliah yang mendapat nilai jelek. Nah karena semua mata kuliah saya sudah habiskan pada semester lalu, semester ini hanya mengulang saja, senang rasanya sudah mendapatkan nilai Cum Laude dan hanya menunggu semuanya berakhir dengan indah. Semester ini tentunya menjadi semester paling santai dalam sejarah kuliah saya, mudah-mudahan :).

2. Skripsi Kelar Tanpa Masalah


Yang satu ini merupakan momok bagi semua mahasiswa, karena dinilai sangat berat dan merupakan tugas yang lama diselesaikan mengingat cakupan yang harus ditempuh sangat luas dan berhalaman-halaman. Bahkan saking desperatenya saya memasukan skripsi ini dalam 8 permintaan natal kepada Santa Claus, terdengar seperti anak-anak kan? tetapi perlu disadari sememangnya skripsi ini hal yang sulit untuk dikerjakan,perlu semangat dan determinasi yang kuat disertai dengan niat untuk maju yang tinggi agar skripsi dapat diselesaikan. Akan tetapi memang sih pada dasarnya semua tugas harus dikerjakan dengan menggunakan apa yang disebut diatas untuk mencapai hasil yang maksimal. Rencana telah disusun, mengenai judul sudah di ACC, sehingga perkiraan saya skripsi akan kelar hanya dengan waktu satu bulan. Kini hanya mempersiapkan waktu untuk menyelesaikannya agar tugas akhir ini tidak dikerjakan setengah-setengah, perlu perencanaan waktu yang matang dan bijaksana.

3. Ingin Mendapatkan Tempat Untuk Magang Jadi Pengacara/Advokat


Yups, cita-citaku adalah menjadi pengacara atau sering disebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 dengan sebutan Advokat. Dengan gelar S.H. , aku berharap dapat diterima magang di salah satu kantor advokat entah dimanapun itu, ada teman sih yang menawarkan kantor orang tuanya jadi satu peluang sudah ditangan, tinggal mencari peluang-peluang lainnya. Mengenai persyaratan untuk menjadi seorang advokat yang dapa beracara saya masih kurang jelas mengingat informasi mengenainya bukanlah menjadi bahan pelajaran diperkuliahan, adapun hanya merupakan singungan-singungan dosen yang kurang jelas dipahami karena tidak lengkap. Sebenarnya mengenai advokat ini banyak diseminarkan oleh organisasi-organisai kampus akan tetapi menurut saya sistem nya terlau monoton sehingga membosankan yang menjurus kearah kekurangpahaman sebab dilakukan secara konvensional.
Akan tetapi sejalan dengan magang saya pasti mendapatkan ilmu mengenai advokat ini, sedikit informasi yang saya tahu bahwa sesungguhnya untuk menjadi seorang advokat perlu sekolah lagi selama satu tahun di instansi-instansi keadvokatan seperti Ikadin, Peradi, dan lain-lain, setelah itu kita langsung diberikan kartu keanggotaan yang dapat kita gunakan untuk beracara di pengadilan. wah memang rumit-rumit simpel ya, untuk menjadi seorang pengacara.

4. Mendapatkan Pekerjaan Yang Tepat


Sebenarnya yang ini merupakan prioritas utama akan tetapi oleh karena ambisi profesi saya sebagai advokat, asa ini di masukan menjadi rencana jangka menengah. Akan tetapi perlu saya sadari bahwa Tuhan pasti mempunyai rencana bagi setiap manusia, jadi saya tidak ingin melawan takdir apabila di Tahun 2011 ini ada pekerjaan yang menghampiri maka langsung saja akan saya libas :) kejam amat.

Itulah asa atau rencana saya di Tahun 2011 ini, tahun yang menyediakan kesenangan akan pekerjaan, kesedihan akan perpisahan dan perjuangan akan kesuksesan. Terima kasih saya ucapkan kepada Tahun 2010 yang telah memberi saya pelajaran kehidupan, kesepian, pertengkaran dan penyelesaian serta ketabahan menjadi saya sebagao sosok yang siap untuk menghadapi tahun 2011 untuk menuai panen yang saya tanami sebelumya. Tunggu Aku di Tahun 2011!!

Rabu, 08 Desember 2010

Seputar Pemilihan Gubernur Di Kampus


Tidak terasa meskipun Saya akan tamat dari Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara sebentar lagi, pergantian Gubernur dapat saya saksikan. Merupakan hal yang sangat membanggakan dapat menjadi salah satu Mahasiswa yang dapat menyaksikan pergantian pemerintahan Mahasiswa di tingkat Fakultas. Meskipun terbilang tidak besar akan tetapi Pemilihan Gubernur ini akan mempengaruhi nasib kampus di masa yang akan datang. Sehingga diperlukan seorang pemimpin yang dapat merealisasikan setiap aspirasi mahasiswa yang masih aktif di Kampus.

Dapat saya perhatikan bahwa setiap kegiatan kampanye dari masing-masinga kandidat sudah sangat baik dan mematuhi aturan-aturan kampanye yang telah ditetapkan sebelumnya. Meskipun begitu ada saja kampanye-kampanye curang seperti mencabut atribut-atribut ataupun poster-poster dari kandidat lainnya. Di sampjng itu menurut Saya kampanye-kampaanye yang dijalankan oleh masing-masing kandidat sangatlah berlebihan, sebagai contoh memajang poster ukuran raksasa di setiap sudut kampus yang menurut saya tidaklah diperlukan mengingat ranah pemilihan hanyalah sebatas lingkungan kampus. Bukankanh hal ini sama saja mebuang-buang uang dengan percuma. Tidak diketahui dari mana para kandidat-kandidat ini mendapatkan dana untuk melakukan aksi-aksi yang demikian meskipun dari kabar angin yang saya terima alumni-alumni dari setiap organisasi ikut ambil andil dalam penyediaan dana kampanye. Sungguh luar biasa para alumni tersebut! meskipun mereka sering berteriak-teriak tentang masalah pemberantasan kemiskinan serta sering berakting sebagai sosok yang memihak wong cilik, akan tetapi sikap dan perbuatan mereka dalam kampanye ecek-ecek ini tidak mencerminkan apa yang sering mereka teriakan. memalukan sekali!

Pemilihan Gubernur atau yang sering disebut Pemira kali ini sangat sengit sebab para kandidat yang dicalonkan terdiri atas mahasiswa-mahasisa stambuk muda meskipun yang sudah stambuk tua juga ada yang ikut bertarung. Akan tetapi melihat faktir-faktor yang disajikan sepertinya kemenangan akan berpihak pada calon tua meskipun ada kemungkinan yang tidak kecil calon muda akan mencicipi hangatnya kursi kekuasaan di kampus oleh sebab mendapat dukungan dari golongan tertentu. Menurut saya agama akan masih menjadi salah satu penentu kemenangan Pemira ini, seperti yang dulu-dulu agama akan dijadikan landasan agar pemilih calon atau kandidat gubernur merasa satu golongan dengan calon segolongan dengan mereka dan pada akhirnya memilih sang calon tanpa mengetahui kualitas kepemimpinannya dan bagaimana sosok pribadinya.

Memang sulit sememangnya menerapkan prinsip demokrasi di negara yang masih menekan budaya nepotisme dan kedaerah-daerahan. Hal ini tentunya berbeda dengan keadaan yang terjadi di Amerika, di negara yang menjujung HAM yang tinggi ini, golongan dan kelompok bukan merupakan landasan bagi pemilih untuk memilih sang calon sebagai pemimpin mereka. Masyarakat Amerika sangat mementingkan kualitas dan tentunya pengalaman serta latar belakang sang calon. Sebagai contoh Barack Obama yaitu Presiden Amerika yang terpilih tahun 2008 kemarin tentunya mengejutkan dunia. Adapun alasannya bahwa dia adalah seorang pria kulit hitam, dimana Amerika adalah negara yang mayoritas berkulit putih merupakan suatu yang hebat jika seorang kulit hitam dapat menang. Memang pada dasarnya hal tersebut sudah diprediksikan sebelumnya, keadaan Amerika yang kacau balau pada masa itu akibat perang mengakibatkan banyak masyarakat Amerika enggan tergenang lagi dalam penderitaan rasisme mereka menginginkan perubahan, obama dalam kampanyenya sering mengumandangkan perubahan menyeluruh terhadap Amerika, mungkin oleh karena itu dia menang meskipun perubahan yang sering dia ucapkan belum juga terjadi setelah 2 tahun masa tugasnya berjalan.

Apapun itu semoga pemilihan gubernur kali ini berjalan dengan lancar dan sukses yang pada akhirnya akan diperoleh pemimpin yang benar-benar dapat menyatukan segenap elemen kampus tanpa membeda-bedakan satu kelompok dengan kelompok lainnya. Semoga!

Senin, 06 Desember 2010

Browsing Di Kampus

Internet merupakan salah satu hal yang paling penting dalam hidupku, bukan hanya manfaatnya untuk menghidupkan aktivitasku sebagai seorang Blogger, akan tetapi hiburan yang kudapatkan dari jaringan dunia maya ini. Sulit sekali untuk mendeskripsikan apa itu yang dinamakan Internet, akan tetapi yang jelas hal ini sudah merupakan kebutuhan yang sangat riskan terutama untuk kalangan masyarakat barat. Indonesia pun membenah diri agar seluruh penduduknya dapat menikmati manfaat dari penemuan yang luar biasa ini. Tampaknya hal itu sudah berhasil, terbukti dari data yang saya dapatkan bahwa Indonesia merupakan negara terbesar keempat di dunia dalam hal penggunaan internet, bahkan Blogger Indonesia telah terkenal di dunia maya dengan keampuhannya sebagai seorang penulis baik menggunakan bahasa Indonesia maupun Bahasa Asing.

Akan tetapi tidak dapat dipungkiri sarana internet di Indonesia tidaklah gratis, bahkan menurut informasi yang saya dengar di daerah pelosok Internet merupakan hal yang langka. Kebutuhan manusia modern ini sangat sulit untuk dinikmati oleh sebagian besar masyarakat tanah air. Semuanya serba mahal, begitu juga di Intenet, sebagai contoh rata-rata warnet di Kota Medan(Kota Tempat Saya tinggal) mematok harga jasa penggunaan internet mereka dengan banderol 3000/Jam. Sepintas memang terlihat murah akan tetapi jika Anda seorang internet addict atau memerlukan jasa internet sebagai kebutuhan sehari-hari, Rp. 3000 bukanlah hal yang murah. Kocek pun akan terasa terkuras apabila memenuhi keinginan diri untuk berinternet ria. Kapankah internet akan menjadi hal yang gratis di Tanah air yang tercinta ini?

Well, sepertinya internet gratis telah terealisasi di Kampus saya, Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Kampus tertua di Pulau sumatera ini telah menyediakan sarana internet gratis berupa Hotspot di setiap Fakultas,salah satunya adalah fakultas tempat saya menimba ilmu sekarang ini, Fakultas Hukum. Merupakan hal yang sangat menggembirakan sewaktu pertama kali mengetahui bahwa terdapat internet gratis di Kampus saya, hal yang baru akan terbentuk tentunya, yaitu berinternet ria sampai sore.

Internet di kampus saya mempunyai kecepatan lebih dari rata-rata kecepatan internet di warnet-warnet, bahkan jika saya sedang mendownload file yang bermega byte kecepatannya tidak berubah bahkan cepat tersimpan dalam waktu yang sangat singkat. Tak pelak lagi keuntungan ini menjadikan saya lebih gila dalam mendownload file-file yang selama ini saya idamkan, bukan hanya sekedar lagu tapi hal-hal yang berbau software bajakan pun ikut memenuhi hasil koleksi mengunduh ria yang saya lakukan.
Tapi yang perlu diketahui bahwa internetan gratis di kampus ini tidak selamanya menyenangkan, ada saja hal-hal yang menjadikan para penjelajah dunia maya kesal dibuatnya. Kecepatan akses yang diberikan oleh pihak kampus tidaklah satbil dan terus mengalami perubahan tergantung dari banyaknya pengguna di kampus itu. Memang menyebalkan rasanya ketika sedang asyik ria mendownload file kesayangan diganggu oleh lemotnya kecepatan akses. Memang pada dasarnya hal ini bukanlah salah siapa-siapa, hanya mekanisme teknis saja yang berjalan mengapa hal ini bisa terjadi. Maksudnya semakin banyak pengguna akses internet di kampus maka semakin lambat juga akses internet yang didapatkan, mirip hukum permintaan dan penawaran di Ilmu Ekonomi gitu.

Meskipun begitu aku sangat bersyukur dapat menikmati akses internet yang gratis di kampusku yang tercinta ini. Hal itu bukanlah hal yang berlebih mengingat internet masih hal yang sangat langka di negeri gatot kaca ini khususnya di daerah-daerah pelosok yang tidak terjamah oleh perkembangan teknologi. Mudah-mudahan fenomena internet gratis yang telah menjamur di setiap kampus di Indonesia, dapat juga terealisasi di pelosok-pelosok daerah yang jauh akan perkembangan teknologi dan informasi sehingga semua rakyat Indonesia akan mendapatkan manfaat dari penemuan terhebat dari abad ke 20 ini.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails