Sabtu, 25 Desember 2010

Kerinduan Akan Natal Keluarga


Menjalani Hari Natal dalam kesendirian bukanlah hal yang menyenangkan, apalagi untuk anak kost-kostan, semuanya serba sepi mengingat para kawan sekost sudah pergi melalangbuana ketempat asalnya masing-masing. Suasana natal begitu berbeda di sini jika dibandingkan dengan Natal yang dirayakan dengan keluarga di Kampung halaman, meskipun tidak jauh berbeda keadaannya. Natal tahun ini seperti hari-hari biasa bedanya pergi ke Gereja tidak pada hari minggu. dan seperti biasanya jika muslim liburan tiba semuanya pada tutup mulai dari Rumah Makan sampai kedai-kedai yang membuat sengsara hidup semakin menjadi-jadi. Tapi di Medan ini beda jika diperhatikan msekipun tanggal 25 Desember adalah tanggal merah, masih ada saja yang buka termasuk rumah makan, mungkin karena rumah makan di Medan kebanyakan pemiliknya Non-Kristen sehingga mereka tak menganggap hari ini sebagai hari libur.

Tidak ada perbedaan bagi saya yang tinggal jauh dari keluarga oleh karena satu misi yang mengharuskan jiwa untuk bekerja keras mengisi kepala dengan segudang ilmu, guna bekal untuk berperang di kemudian hari. Hari ini tidak seperti Natal jauh sebelum saya mengenal apa itu perayaan. Natal bagi saya seperti sebuah festival yang harus dijalani oleh seluruh anggota keluarga, bersenang-senang lantas tidur dengan kebahagiaan dan kebersamaan. Makanan-makanan yang memanjakan lidah menjadi instrumen yang mendukung semangat natal keluarga ini. Semuanya berbaur dengan perasaan saling memaafkan diantara sesama anggota keluarga. Silahturahmi ke kerabat-kerabat dekat pun menjadi ajang yang juga ditunggu-tunggu. Sungguh menyenangkan semuanya.

Akan tetapi Saya tidak merasakan Natal itu sekarang, saya ingin merasakan kembali Natal bersama keluarga dan mengecap keheningan dan kesucian malam Natal di Gereja. Sungguh hal yang tidak ingin saya lewatkan perayaan yang hanya datang satu kali dalakm satu tahun ini. Hati merasa kesal lantas menyalahkan nasib mengapa hal ini bisa terjadi. Hah?? apakah ini adil untukku? atau hanya aku saja yang terlalu naif terhadap kehidupan, tapi entahlah mengapa hal ini tersu menghantui minggu-mingguku sebelum menjelang Natal tiba.

Meskpin Saya tidak dapat merasakan Natal Keluarga tahun ini , saya yakin saya dapat merasakan kembali semangat dan kemeriahan Natal bersama keluarga di kemudian hari seperti pepatah mengatakan bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian, maksudnya mungkin saya tidak mendapatkan kebahagiaan Natal pada tahun ini, tapi siapa yang tahu kalau di masa yang akan datang perayaan Natal dalam kehidupan saya lebih meriah dari apa yang saya bayangkan sebelumnya, karena yang jelas harapan itu adalah hak setiap orang untuk mendapatkannya.

He..he.. celoteh nya terlalu panjang nih. BTW Selamat Hari Natal Semua, Tuhan Yesus Memberkati.

Rabu, 08 Desember 2010

Seputar Pemilihan Gubernur Di Kampus


Tidak terasa meskipun Saya akan tamat dari Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara sebentar lagi, pergantian Gubernur dapat saya saksikan. Merupakan hal yang sangat membanggakan dapat menjadi salah satu Mahasiswa yang dapat menyaksikan pergantian pemerintahan Mahasiswa di tingkat Fakultas. Meskipun terbilang tidak besar akan tetapi Pemilihan Gubernur ini akan mempengaruhi nasib kampus di masa yang akan datang. Sehingga diperlukan seorang pemimpin yang dapat merealisasikan setiap aspirasi mahasiswa yang masih aktif di Kampus.

Dapat saya perhatikan bahwa setiap kegiatan kampanye dari masing-masinga kandidat sudah sangat baik dan mematuhi aturan-aturan kampanye yang telah ditetapkan sebelumnya. Meskipun begitu ada saja kampanye-kampanye curang seperti mencabut atribut-atribut ataupun poster-poster dari kandidat lainnya. Di sampjng itu menurut Saya kampanye-kampaanye yang dijalankan oleh masing-masing kandidat sangatlah berlebihan, sebagai contoh memajang poster ukuran raksasa di setiap sudut kampus yang menurut saya tidaklah diperlukan mengingat ranah pemilihan hanyalah sebatas lingkungan kampus. Bukankanh hal ini sama saja mebuang-buang uang dengan percuma. Tidak diketahui dari mana para kandidat-kandidat ini mendapatkan dana untuk melakukan aksi-aksi yang demikian meskipun dari kabar angin yang saya terima alumni-alumni dari setiap organisasi ikut ambil andil dalam penyediaan dana kampanye. Sungguh luar biasa para alumni tersebut! meskipun mereka sering berteriak-teriak tentang masalah pemberantasan kemiskinan serta sering berakting sebagai sosok yang memihak wong cilik, akan tetapi sikap dan perbuatan mereka dalam kampanye ecek-ecek ini tidak mencerminkan apa yang sering mereka teriakan. memalukan sekali!

Pemilihan Gubernur atau yang sering disebut Pemira kali ini sangat sengit sebab para kandidat yang dicalonkan terdiri atas mahasiswa-mahasisa stambuk muda meskipun yang sudah stambuk tua juga ada yang ikut bertarung. Akan tetapi melihat faktir-faktor yang disajikan sepertinya kemenangan akan berpihak pada calon tua meskipun ada kemungkinan yang tidak kecil calon muda akan mencicipi hangatnya kursi kekuasaan di kampus oleh sebab mendapat dukungan dari golongan tertentu. Menurut saya agama akan masih menjadi salah satu penentu kemenangan Pemira ini, seperti yang dulu-dulu agama akan dijadikan landasan agar pemilih calon atau kandidat gubernur merasa satu golongan dengan calon segolongan dengan mereka dan pada akhirnya memilih sang calon tanpa mengetahui kualitas kepemimpinannya dan bagaimana sosok pribadinya.

Memang sulit sememangnya menerapkan prinsip demokrasi di negara yang masih menekan budaya nepotisme dan kedaerah-daerahan. Hal ini tentunya berbeda dengan keadaan yang terjadi di Amerika, di negara yang menjujung HAM yang tinggi ini, golongan dan kelompok bukan merupakan landasan bagi pemilih untuk memilih sang calon sebagai pemimpin mereka. Masyarakat Amerika sangat mementingkan kualitas dan tentunya pengalaman serta latar belakang sang calon. Sebagai contoh Barack Obama yaitu Presiden Amerika yang terpilih tahun 2008 kemarin tentunya mengejutkan dunia. Adapun alasannya bahwa dia adalah seorang pria kulit hitam, dimana Amerika adalah negara yang mayoritas berkulit putih merupakan suatu yang hebat jika seorang kulit hitam dapat menang. Memang pada dasarnya hal tersebut sudah diprediksikan sebelumnya, keadaan Amerika yang kacau balau pada masa itu akibat perang mengakibatkan banyak masyarakat Amerika enggan tergenang lagi dalam penderitaan rasisme mereka menginginkan perubahan, obama dalam kampanyenya sering mengumandangkan perubahan menyeluruh terhadap Amerika, mungkin oleh karena itu dia menang meskipun perubahan yang sering dia ucapkan belum juga terjadi setelah 2 tahun masa tugasnya berjalan.

Apapun itu semoga pemilihan gubernur kali ini berjalan dengan lancar dan sukses yang pada akhirnya akan diperoleh pemimpin yang benar-benar dapat menyatukan segenap elemen kampus tanpa membeda-bedakan satu kelompok dengan kelompok lainnya. Semoga!

Senin, 06 Desember 2010

Browsing Di Kampus

Internet merupakan salah satu hal yang paling penting dalam hidupku, bukan hanya manfaatnya untuk menghidupkan aktivitasku sebagai seorang Blogger, akan tetapi hiburan yang kudapatkan dari jaringan dunia maya ini. Sulit sekali untuk mendeskripsikan apa itu yang dinamakan Internet, akan tetapi yang jelas hal ini sudah merupakan kebutuhan yang sangat riskan terutama untuk kalangan masyarakat barat. Indonesia pun membenah diri agar seluruh penduduknya dapat menikmati manfaat dari penemuan yang luar biasa ini. Tampaknya hal itu sudah berhasil, terbukti dari data yang saya dapatkan bahwa Indonesia merupakan negara terbesar keempat di dunia dalam hal penggunaan internet, bahkan Blogger Indonesia telah terkenal di dunia maya dengan keampuhannya sebagai seorang penulis baik menggunakan bahasa Indonesia maupun Bahasa Asing.

Akan tetapi tidak dapat dipungkiri sarana internet di Indonesia tidaklah gratis, bahkan menurut informasi yang saya dengar di daerah pelosok Internet merupakan hal yang langka. Kebutuhan manusia modern ini sangat sulit untuk dinikmati oleh sebagian besar masyarakat tanah air. Semuanya serba mahal, begitu juga di Intenet, sebagai contoh rata-rata warnet di Kota Medan(Kota Tempat Saya tinggal) mematok harga jasa penggunaan internet mereka dengan banderol 3000/Jam. Sepintas memang terlihat murah akan tetapi jika Anda seorang internet addict atau memerlukan jasa internet sebagai kebutuhan sehari-hari, Rp. 3000 bukanlah hal yang murah. Kocek pun akan terasa terkuras apabila memenuhi keinginan diri untuk berinternet ria. Kapankah internet akan menjadi hal yang gratis di Tanah air yang tercinta ini?

Well, sepertinya internet gratis telah terealisasi di Kampus saya, Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Kampus tertua di Pulau sumatera ini telah menyediakan sarana internet gratis berupa Hotspot di setiap Fakultas,salah satunya adalah fakultas tempat saya menimba ilmu sekarang ini, Fakultas Hukum. Merupakan hal yang sangat menggembirakan sewaktu pertama kali mengetahui bahwa terdapat internet gratis di Kampus saya, hal yang baru akan terbentuk tentunya, yaitu berinternet ria sampai sore.

Internet di kampus saya mempunyai kecepatan lebih dari rata-rata kecepatan internet di warnet-warnet, bahkan jika saya sedang mendownload file yang bermega byte kecepatannya tidak berubah bahkan cepat tersimpan dalam waktu yang sangat singkat. Tak pelak lagi keuntungan ini menjadikan saya lebih gila dalam mendownload file-file yang selama ini saya idamkan, bukan hanya sekedar lagu tapi hal-hal yang berbau software bajakan pun ikut memenuhi hasil koleksi mengunduh ria yang saya lakukan.
Tapi yang perlu diketahui bahwa internetan gratis di kampus ini tidak selamanya menyenangkan, ada saja hal-hal yang menjadikan para penjelajah dunia maya kesal dibuatnya. Kecepatan akses yang diberikan oleh pihak kampus tidaklah satbil dan terus mengalami perubahan tergantung dari banyaknya pengguna di kampus itu. Memang menyebalkan rasanya ketika sedang asyik ria mendownload file kesayangan diganggu oleh lemotnya kecepatan akses. Memang pada dasarnya hal ini bukanlah salah siapa-siapa, hanya mekanisme teknis saja yang berjalan mengapa hal ini bisa terjadi. Maksudnya semakin banyak pengguna akses internet di kampus maka semakin lambat juga akses internet yang didapatkan, mirip hukum permintaan dan penawaran di Ilmu Ekonomi gitu.

Meskipun begitu aku sangat bersyukur dapat menikmati akses internet yang gratis di kampusku yang tercinta ini. Hal itu bukanlah hal yang berlebih mengingat internet masih hal yang sangat langka di negeri gatot kaca ini khususnya di daerah-daerah pelosok yang tidak terjamah oleh perkembangan teknologi. Mudah-mudahan fenomena internet gratis yang telah menjamur di setiap kampus di Indonesia, dapat juga terealisasi di pelosok-pelosok daerah yang jauh akan perkembangan teknologi dan informasi sehingga semua rakyat Indonesia akan mendapatkan manfaat dari penemuan terhebat dari abad ke 20 ini.

Selasa, 02 November 2010

Ada Apa Dengan Blog Saya?


Sejak bulan lalu saya memang jarang mengupdate blog utama saya ini, maklum saja sebab sudah sibuk dengan studi yang menumpuk tiap harinya. Akan tetapi harus saya akui itu bukanlah alasan utama sebab meskipun saya sibuk, masih banyak saja waktu yang terbuang dengan cuma-cuma. Coba waktu-waktu tersebut saya gunakan untuk memposting blog saya ini, pasti jumlah postingan blog ini sudah banyak, tapi ya sudahlah. Memang harus saya akui, bahwa kemalasan lah yang menyebabkan blog ini tak terupdate tiap harinya. Meskipun hobi menulis, saya selalu kehilangan ide apabila mempunya niat untuk memposting sebuah blog. Pikiran terasa berat untuk berfikir ditambah kenginan untuk menonton video di youtube yang terbaru sekaligus melihat apakah ada balsan dari komen yang saya sandarkan dalam dinding-dinding video yang saya tonton sebelumnya. Memang harus diakui youtube merupakan situs yang paling sering saya kunjungi, hal ini melebihi situs Google yang merupakan induk dari situs penyiaran video tersebut.

Yang membuat saya terheran-heran sebenarnya ada apa dengan blog saya, mengapa performanya stabil padahal hampir tiga bulan saya tidak mengurus blog yang dikhususkan untuk kehidupan pribadi ini. Google Pagerank Blog ini pun stabil yaitu 2 padahal banyak para blogger yang mengeluh akibat digunduli Google Pagerank blog mereka ketika Google melakukan update sebulan yang lalu. Ada yang dari Berpagerank 3 terjun bebas keangka nol, tak pelak lagi hal ini banyak mebuat para blogger frustasi seraya berkomitmen untuk berhenti dalam aktivitas dunia maya ini. Saya bangga terhadap blog saya yang satu ini(Blog saya ada banyak soalnya), sudah diterlantarkan akan tetapi masih saja pantang untuk mati. Umur yang sudah 3 tahun tak membendung semangatnya untu bersaing di Google Search Engine untuk menarik pengunjung agar membaca tulisan saya yang tak seberapa ini. Mungkin saya sememangnya harus berterimah kasih pada blog saya yang tercinta ini. Bukan hanya nama kami yang sama tapi sikap dan sosok pribadi kami hampir tak dapat dibedakan, teguh dan mempunyai dedikasi yang kuat untuk maju meskipun halangan kemalasan kerap mengegerogoti upaya untuh menempuh kemajuan tersebut.

Dan satu lagi yang membuat dahi saya berkerut adalah kata kunci pencarian yang mengarah kepada blog saya. Setelah saya check di alexa terdapat beberapa kata-kata kunci yang menurut say wajar di cari oleh orang-orang berkenaan dengan blog saya seperti tumbuhan,shoutmix,nama saya dan lain-lain. Tapi yang ganjil adalah terdapat kata kunci Jack Pavelka. Yang menjadi pertanyaan adalah siapa itu Jake Pavelka?. Setelah saya riset melalui mbah google, rupanya si Jake Pavelka ini adalah seorang selebrity Amerika yang terkenal melalui reality show The Bachelor, itu loh reality show pencarian jodoh, dimana mekanismenya dikumpulkan beberapa wanita yang nantinya akan di pilih oleh si Jake in untuk dijadikan pacar ataupun istri. Tandingan The Bachelor ini ada juga, namanya The Bachelorette, bedanya kalau yang pertama sang jomblo nya adalah laki-laki, di The Bachelorette ini sang jomblonya adalah perempuan. Di Indonesia acara televisi semacam ini banyak, hanya saja kalau dilihat sepintas masih jauh kualitasnya jika dibandingkan dengan Amerika punya, meskipun menurut saya versi Amerika ini terlalu lebai dan bebas.

Permasalahannya adalah mengapa kata pencarian Jake Pavelka merupakan kata yang banyak di cari ke blog saya? yang saya ingat saya tidak pernah menulis apapun tentang Si Jake ini lebih-lebih saya bukanlah penikmat acara-acara yang demikian. Adapun saya memang pernah mencari tahu tentang informasi mengenai Jake Pavelka ini, akan tetapi itu hanyalah sekilas saja dan bukan menjadi bahan tulisan di Blog saya. Ada apa sebenarnya dengan blog saya ini, dan mengapa setiap kata kunci Jake Pavelka menuju ke blog saya, padahal saya sama sekali tidak pernah menulis apapun tentang dia di blog saya atau jangan-jangan pihak Alexa nya yang salah perkiraan. Rupanya hal ini akan menjadi hal yang misterius yang harus dipecahkan, sepertinya saya akan membuat suatu eksperimen untuk memecahkan misteri ini, tapi harus diakui hal itu memerlukan waktu dan bukan tidak mungkin kalau saya jenuh akan saya tinggalkan operasi ini. Well ya sudahlah masih banyak yang harus dikerjakan. Sekian

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails