Senin, 06 Juli 2009

Mengatasi URL Di Banned Oleh Shoutmix

Akhir-akhir ini saya resah melihat Shoutmix saya. Karena dari semalam tuh URL Blog saya di Banned trus ama nih penyedia alat cuap-cuap. Tak pelak hal ini membuat saya panik, berbagai cara saya tempuh untuk mengatasinya mulai dari menanyakan sesama blogger sampai googling ama paman Google. Ya beragam hasilnya, tapi sedih sekali melihat hasilnya


Ada sih yang berhasil dari menanyakan teman sesama Blogger yaitu Sobat Habib (makasih ya habib ) akan tetati itupun hanya berlaku utnuk sementara sebab 3 hari berikutnya ketika saya ngechat di Blognya Kang Rohman lagi-lagi Blog saya di anggap spam ama shoutmix, itu tuh Link blog saya gak keluar di widget shoutmixnya. Kesal aku jadinya, mau minta bantuan sama siapa lagi coba.
Tak lama berselang saya mencari dan menanyakan masalah ini kepada Dokter Google , eh tak tahu-tahu saya mendapatkan jawaban yang beragam tapi tetap ada pencerahan dong. Pencerahan yang pertama yang saya dapat adalah menyingkatkan URL Blog, yang ini memang tidak asing lagi di telinga kita, saya yakin semua bisa kok. Trus saya pilihlah situs penyingkat URL yang terkenal tiny url. Saya coba trus tak selang kemudian saya uji teng tong.... hasilnya sama aja kesal juga sih. Tapi saya gak putus asa saya coba lagi situs penyingkat URL lainnya seperti Zly.me eh...bisa seneng aku.buat temen-temen senasib langsung aja tuh ke situs itu, tapi ada juga sih situs penyingkat URL yang saya coba dan berhasil seperti lo.ly, good.ly semuanya bisa, wuih........... hilang deh beban

Anyway teman-teman meskipun cara nyingkatin URL itu berhasil akan tetapi pada intinya kita memang harus konfirmasi sama Pihak Shoutmix agar mereka tidak ngebanned URL blog kita, tapi sejauh ini saya belum menerima balasan email dari mereka tuh. Tapi gue masih sabar menunggu...

Tapi mudah-mudahan masalah ini cepat selesai, buat teman-teman yang senasib sabar ya....



Minggu, 05 Juli 2009

Kampanye Pemilu 2009 Dapat Memicu Perpecahan Bangsa

Kampanye pemilu 2009 yang sering kita lihat di televisi telah menjurus menjadi ajang ejek mengajak. Para Capres/Cawapres berlomba-lomba membuat iklan yang dinilai sangat menjatuhkan lawan-lawannya. Bahkan mereka tidak segan-segan mengeluarkan biaya besar untuk menyalurkan hasrat kekanak-kanakannya tersebut. Ironis memang sebab mereka adalah calon-calon figur pemimpin bangsa yang akan menjadi panutan seluruh masyarakatnya. Kalau sudah begini apa pandangan negara lain terhadap pemimpin kita yang akan bertugas di masa yang akan datang nantinnya.

Tidak adanya sensor terhadap iklan-iklan kampanye adalah salah satu sebab para kandidat Capres/Cawapres giat melancarkan "opini video" mereka yang dinilai berlebihan itu. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) patut disalahkan atas masalah ini sebab hal tersebut merupakan tugas mereka sebagai lembaga independen pemerintah untuk membatasi adanya penayangan-penayangan yang berbau provokasi. Jangan hanya karena iklan-iklan tersebut berbau politik lantas mereka enggan untuk ikut campur didalamnya. KPI harus tidak tebang pilih dalam hal ini , sebab jika dibiarkan lebih lanjut akan dapat menimbulkan masalah besar nantinya.

Berdasarkan teori Ilmu Negara bahwa kekuasaan dapat menjadikan manusia sebagai serigala bagi manusia lainnya. Oleh karena itulah iklan-iklan kampanye Pemilu 2009 yang sarat akan pesan provokatif timbul sebab yang mereka perebutkan adalah kekuasaan. Sebenarnya Indonesia bukanlah yang pertama dan satu-satunya Negara yang sering mengkampanyekan “kebencian” tehadap lawan-lawannya dalam Pemilhan Umum, banyak pemimpin Negara-negara di dunia yang telah menerapkannya terlebih dahulu. Amerika contohnya, ajang “ejek mengejek” ini sudah ada sejak pemilihan umum zaman presiden Abraham Lincoln. Banyak sekali perbuatan-perbuatan yang memalukan terjadi selama kampanye tersebut. Ini tentunya menggelikan sebab Amerika,yang dinilai sebagai Negara maju panutan Negara-negara lain di dunia , masih juga menerapkan cara-cara yang kuno dalam penyampaian kampanye pemilunya.

Kembali ke Indonesia, kampanye-kampanye yang sering kita lihat di TV selama ini memang sarat akan kebencian. Iklan-iklan provokatif itu beragam-ragam jenisnya akan tetapi inti dari pesannya sama yaitu mencari kelemahan-kelemahan lawannya yang disertai bumbu-bumbu kebencian. Yang lebih memprihatinkan lagi iklan-iklan tersebut sangat panjang durasinya(dinilai dari standard sebuah iklan kampanye) dan penayangannya pun berulang-ulang sehingga masyarakatpun kenyang menyaksikan perang urat saraf dari calon pemimpin bangsanya.

Kesimpulannya bahwa sebenarnya menjadikan televisi sebagai media kampanye itu sah-sah saja akan tetapi perlu diberikan batas-batas yang wajar. Jangan hanya karena sebuah iklan, kubu pendukung capres/cawapres yang satu adu jotos dengan kubu capres/cawapres. Hal ini serius sebab pada dasarnya masyarakat menganggap bahwa capres pilihannya serta para pendukungnya adalah keluarga mereka, sehingga jika ada yang menghina, memfitnah atau menjelek-jelekan tentunya mereka tidak akan tinggal diam dan siap melakukan apa saja. Ini yang bahaya , sebab jika masalah ini dibiarkan lebih lanjut maka akan timbul pemecahan-pemecahan kelompok yang menjurus rapuhnya persatuan dan kesatuan bangsa. Kalau begini untuk apa kita menyelenggarakan pesta demokrasi, jika nantinya bakal menghancurkan demokrasi itu sendiri. Mari kita sama-sama menjunjung tinggi sila ke-3 Pancasila dalam setiap kampanye pemilu. Sehingga akan tertanam dibenak kita persatuan yang erat diatas segala perbedaan hal in perlu, sebab pada dasarnya kita adalah satu keluarga yaitu keluarga besar Republik Indonesia. Merdeka….

Michael Jackson Bukan Ayah Biologis Anak-anaknya!

Lagi-lagi cerita yang menghebohkan muncul pasca kematian Michael Jackson. Gimana tidak ,setelah dunia gembar-gembor mengenai penyebab kematian dan agamanya kini Almarhum di kejutkan dengan berita status anaknya

Anak Michael yaitu Prince Michael dan Paris di klaim oleh ibu biologis mereka Debora Rowe, bukan merupakan darah daging dari sang king of pop. Tentu saja dunia hiburan pada tercengang-cengan dan menganggap debbie hanyacari sensasi karena dihapus dari daftar pewaris harta sang legenda itu, Tapi ia tidak peduli. selanjutnya Debbie Rowe yang merupakan mantan perawat Dermatologist Jacko mengatakan bahwa benih sperma anak-anak yang dilahirkan dengan cara bayi tabung itu adalah berasal dari seorang pendonor sperma. hal ini dapat dibuktikan melalui test DNA, unkap Debbie.

Diwawancarai oleh "News Of World" debbie mengatakan bahwa ia telah diberikan oleh Michael uang sejumlah 10 Juta dollar Amerika untuk memutuskan tali hubungan darah kepada anak-anaknya. Tapi menurut debbie hal itu memang berasal dari kehendaknya, ia memang lebih menginginkan uang tersebut daripada harus bersatu dengan kedua darah dagingnya tersebut. Ironis memang jika seorang ibu mengatakn seperti itu, tapi hal itu dapat diwajari sebab Debbie telah berpisah dan tidak pernah bertemu lagi dengan Prince Michael (12) dan Paris (11) setelah Ia dan Michael bercerai.

Kabar ini telah didengar oleh Ayah Jackson, Joseph. Beliau mengatakan bahwa anak-anak jackson sudah berada dalam kekuasaannya dan Ia berjanji bahwa dirinya dan istrinya akan merawat buah hati king of pop itu dengan senang hati. Serta menolak tuntutan ibu biologis anak-anak jacko, debbie rowe atas hak asuh anak-anak tersebut. Wah mudah-mudahan masalah ini cepat kelar ya

Sabtu, 04 Juli 2009

Rihanna Ditangkap Polisi!

Rihana akhirnya ditangkap pihak berkuasa Kota New York untuk di investigasi. Sang diva pop ini ditangkap bukan karena masalah terdahulunya, dimana ia berkelahi dengan mantan pacarnya Chris Brown, akan tetapi pemilik tembang hits umbrella ini dicurigai melakukan tindakan illegal yaitu mentatoi orang sembarangan tanpa izin

Sebagimana yang diketahui bahwa melakukan aktivitas tato tanpa izin merupakan tindakan yang dapat dihukum di New York.Sehingga hanya artis-artis tato yang telah diizinkanlah boleh membuka prakteknnya di Ibukota Dunia itu. Pihak berkuasa new york sendiri mendapati adanya kegiatan aktivitas "melukis di tubuh" ini ketika Rihanna dengan sengaja mempraktekan kelihaiannya melukis tato di tubuh salah satu penggemarnya di East Side Ink kota new york Rabu kemarin. Perbuatannya ini juga ditangkap oleh paparazzi ketika ia memegang alat-alat melukis tato ditangannnya dan bersiap-siap melukisnya di tubuh penggemarnya itu.
Munurut informasi yang didapat oleh pemilik East Side Ink yaitu sebuah tempat pembuatan tato langganan Rihanna, Yadira bahwa sebenarnya Rihanna tidak ada rencana datang kesana untuk melukis tato di tubuh orang, ia hanya jalan-jalan kesini bersama teman wanitanya. Akan tetapi lanjut Yadira, salah satu artis pembuat jasa tato miliknya meminta bintang pop itu untuk melukis tato ditubuhnya. Sebagai informasi Yadira mengatakan bahwa orang yang ditatoi Rihanna itu adalah artis yang melukis tato bergambar Pistol dilengan penyanyi itu baru-baru ini dan perbuatan Rihanna itupun dilakukan atas permintaan sang penggemar. Jika terbukti bersalah Rihanna bakal diancam denda sebesar 300 dolar amerika atau sebesar lebih kurang 3 juta rupiah. Pihak berkuasa sendiri masih menyelidiki kasus ini. Sedangkan Sang penyanyi enggan mengomentari masalah yang dihadapinya. Mungkin ia kapok berurusan terus dengan pihak kepolisian kali ya. Kasihan Rihanna

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails