Kamis, 07 Maret 2013

Positips: Bagaimana Menghadapi Sosok Negatif di Kantor? Just Stay PACEY !

Dunia kerja memang suatu tantangan bagi para kaum muda yang baru saja lulus., saya pun demikian. Meskipun saya tidak lagi dikategorikan sebagai Kaum Muda ataupun Freshgraduate, akan tetapi saya masih tergolong baru di dunia kerja. Lengkap belum genap 1 (satu) tahun saya bekerja pasca kelulusan saya dari perguruan tinggi, banyak rintangan dan permasalahan yang dihadapi membuat saya sadar sebenarnya dunia kerja itu bukan suatu hal yang menyenangkan yang sebelumnya banyak orang pikirkan. Kebanyakan orang berfikir bahwa mendapatkan pekerjaan adalah hal yang menyenangkan, hal itu benar dan tentu saja bagi saya secara personal mendapatkan pekerjaan adalah suatu anugerah yang patut diperjuangkan. Akan tetapi kebanyakan para Job Seeker ini belum sampai menyadari bahwa arti pekerjaan bukan hanya gaji dan rutinitas, lebih dari itu pekerjaan adalah suatu proses pendewasaan dari manusia setengah dewasa ke manusia dewasa bermental baja.
 
Akan tetapi kebanyakan gagal melalui tahap proses ini, kebanyakan mereka lebih memilih untuk berjalan dan mencari titik poin comfort zone. Akibatnya tidak lebih dari 1 bulan bekerja kebanyakan para pekerja baru ini hengkang dengan berbagai alasan seperti job desk tidak sesuai, kurang bersosialiasi, konflik antar pekerja dan lain hal sebagainya. Kunci utama dari kebanyakan kegagalan para pekerja baru tersebut terletak bagaimana mereka mengatasi diri mereka dan mengontrol respon terhadap orang lain. Untuk yang kedua yaitu mengenai cara mengontrol respon terhadap orang lain akan saya jelaskan dengan terperinci di sini sedangkan untuk yang pertama yaitu mengatasi diri sendiri akan saya jelaskan di waktu yang akan datang.


Mengontrol respon pribadi atas aksi orang lain merupakan hal penting yang patut dimiliki oleh setiap manusia terutama dalam dunia pekerjaan. Dalam dunia psikologi kemampuan itu disebut dengan Emotional Quotient (EQ) atau Emotional Intelligence atau jika diterjemahkan bebas ke dalam Bahasa Indonesia mengandung arti sebagai kemampuan diri mengatur emosi diri. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh ahli psikologi di Amerika, kebanyakan manusia lebih memfokuskan diri meningkatkan kemampuan Intelligence Quotient (IQ) atau kemampuan Akademis dan Kemampuan Spiritual Quotient (SQ) atau kemampuan spiritual tanpa mereka sadari bahwa kepemilikan kedua kemampuan tersebut sebenarnya tidak lebih penting dari EQ dalam proses menuju kesuksesan. Sememangnya IQ dan SQ tidak bisa digunakan tanpa kehadirian EQ, jika hal itu terjadi maka hasilnya seperti yang kita lihat di berbagai media baru-baru ini seperti Pejabat Korupsi atau Para Pemuka Agama melakukan pelecehan seksual dan lain sebagainya. Hal ini menunjukan keberadaan EQ bagi manusia lebih penting daripada IQ dan SQ atau gabungan keduanya. Hal ini dikarenakan EQ merupakan penegak standar nilai-nilai moral yang dianut selama ini oleh masyarakat banyak, tanpa EQ sulit sekali membentuk sosok manusia yang bermoral, moral penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat yang tertib dan aman, tanpa EQ akan terjadi chaos, tidak hanya dalam keluarga juga dalam suasana kerja di kantor.
 
EQ atau kemampuan mengatur respon diri terhadap perbuatan orang lain bukanlah hal yang baru,banyak buku-buku yang membahas hal ini. Akan tetapi harus disadari kebanyakan manusia Indonesia khususnya para pekerja baru sulit menerapkan kemampuan ini sehingga terjadilah yang dinamakan Pekerja yang tidak nyaman bekerja. Hal ini tentunya sangat fatal akibatnya karena akan mempengaruhi peningkatan produktivitas perusahaan atau lembaga yang menaungi pekerja baru yang bermasalah tersebut.Sehingga perlu pembenahan terhadap peningkatan kemampuan EQ ini meskipun sekarang ini banyak dilakukan training-training motivasi , akan tetapi menurut saya cara yang lebih baik adalah menerapkan nilai-nilai tersebut langsung di lapangan.
 
Kebanyakan permasalahan yang dihadapi oleh pekerja baru sehubungan dengan EQ tersebut adalah ketidakmampuan menghadapi sosok negatif di kantor baik dalam konflik vertikal maupun horizontal. Mereka lebih cenderung untuk menghindar dan yang lebih parah mengundurkan diri guna mendapatkan sesuatu yang mereka fikirkan lebih baik daripada apa yang mereka punyai saat ini, menurut saya hal ini tentunya sangat salah.
 
Saya secara pribadi selalu berhadapan dengan sosok-sosok negatif di Kantor baik secara Vertikal maupun Horizontal. Kebanyakan konflik yang saya alami memang konflik vertikal mengingat pimpinan saya adalah orang yang sangat bijaksana dan sulit marah. Sosok-sosok negatif ini mencoba untuk menghancurkan kebesaran kesabaran yang saya miliki, tapi apa yang saya lakukan? tentu saja saya respon dengan bijaksana dan penuh dengan samudera kerendahan hati. Cukup sederhana berikut tips-tips yang harus dilakukan, saya namakan Tips ini dengan Stay PACEY:
 
1. Stay Professional !
 
Satu hal yang perlu diingat adalah jangan pernah mencampurkan permasalahan pribadi dengan keadaan hati serta konflik dengan orang lain. Be Professional! jika Anda sedang dalam projek yang mengharuskan bekerja sama dengan sosok negatif di kantor, tetaplah bekerja dengan mencurahkan kemampuan terbaik, jangan pernah membawa suasana hati ke dalam pekerjaan, hal ini dapat menimbulkan kefatalan yang ujung-ujungnya akan berdampak dengan hasil kerja anda nantinya.
 
2. Stay Aware !
 
Bekerja dengan sosok negatif (saya tidak menggunakan istilah musuh di sini sebab artikulasi definisi yang dberikan oleh kata tersebut terkesan negatif) memang harus penuh kehati-hatian, karena mereka dengan kebencian dan keusilan yang mereka miliki bisa saja membuat Anda dalam masalah khususnya dalam melaksanakan kewajiban pekerjaan Anda. Jika Anda diminta untuk bekerja sama dengan sosok negatif oleh bos Anda, usahakanlah meminta pertukaran partner, percayalah bahwa untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal Anda harus bekerja dengan sosok yang Anda senangi. Walaupun demikian misalpun Anda terpaksa bekerja dengan sosok negatif tetaplah bekerja sama dengan baik dengan mereka. Professionalitas Anda akan dinilai melalui kemampuan Anda untuk bekerjasama dengan musuh Anda sekalipun.
 
3. Stay Classy !

Sosok negatif pasti akan terus memancing amarah Anda untuk meledak, jadi berhati-hatilah untuk setiap tindak tanduk yang mereka lakukan. Tetap bersabar dan tetap jaga jarak. Melayani mereka yang negatif hanya akan merugikan Anda dan tidak akan menghasilkan sesuatu yang positif dalam Karir Anda. Terus apakah Anda harus berdiam diri melayani tindak tanduknya? jawabannya tidak! tetap hadapi mereka dengan syarat Anda tidak melakukan tindakan negatif terhadapnya. Ingatlah, sesuatu negatif jika dilawan dengan negatif maka yang timbul hanya kehancuran. Sehingga jika sosok negatif memberikan anda Jab, usahakanlah membalasnya dengan Love, terdengar sulit bukan? tapi percayalah jika Anda melakukan ini kemenangan akan berpihak kepada Anda.

4. Stay Energize !

Berseteru dengan sosok negatif terkadang menguras banyak energi, apalagi terjadi di Kantor yang merupakan tempat Anda memberikan Energi sepenuhnya sepanjang hari. Coba bayangkan saja jika Anda tetap konsisten melayani tindak tanduknya, wah semua energi malah terkuras untuk konflik dengannya. Ingatlah, konflik hanya akan menghabiskan kekuatan pikiran dan tenaga Anda, jadi jangan termakan segala pancingannya untuk mengajak Anda lebih dalam lagi berkonflik. Meskipun begitu tetap bisa dimengerti bahwa konflik dapat membuat Mood menjadi buruk yang ujungnya terkena sindrom lemas dan malas untuk bekerja. Tapi ingatlah , Tetaplah bekerja dengan penuh semangat sebab jika Anda bekerja dengan perasaan 'layu' maka sosok negatif akan merasa menang dan akan melancarkan serangan-serangan baru untuk menghantam Anda lebih buruk lagi.

5. Stay Yolk !

Terkadang dalam konflik yang kita hadapi dengan sosok negatif sering terbesit untuk meladeni atau membalasnya dengan lebih hebat lagi. Kita merasa marah karena merasa diganggu yang ujungnya kita lampiaskan dengan pembalasan yang bisa menghancurkan sosok negatif hingga titik terbawahnya. Percayalah jikapun kita berhasil membalas perbuatan mereka yaitu dengan melihat mereka jatuh, batin kita tidak akan pernah merasa bahagia. Karena manusia itu diciptakan untuk kebaikan ditambah doktrin-doktrin kebaikan yang kita dapat melalui Agama sehingga ketika kita melihat seseorang menderita, jiwa kita akan merasa tersiksa, apalagi jika hal tersebut disebabkan oleh kesalahan kita. Dendam yang ada akan berubah seketika menjadi perasaan bersalah dan pada saat itu juga kita akan menderita sebelum kita meminta maaf pada orang yang telah menyakiti kita tersebut. Jadi tetaplah berada dalam kebaikan dan jalan kebenaran.

Penulis mempunyai keyakinan bahwa jika Anda para pembaca mengimplementasikan kelima tips di atas, niscaya semua sosok negatif di kantor Anda akan merubah pola pikirnya, yang mana tahap demi tahap akan berhubungan baik kembali dengan Anda. Jika sudah begitu tidak ada yang dirugikan di sini, melainkan akan tercipta suatu hubungan yang harmonis di dalam kantor yang akan meningkatkan produktivitas Anda nantinya.
 

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails