
Namanya Lia Amilia Radulovic, sekilas jika ditilik dari namanya terkesan campuran antara nama orang Jawa dan nama orang Serbia-Bosnia.Tapi jangan salah, Mba Lia ini asli dan murni orang Indonesia lho!. Lahir di Jakarta pada tanggal 12 Januari 1978, Lia tidak pernah berfikir dirinya bakal berkecimpung di dunia Militer Negara Paman Sam. Ya ! Dunia Militer!.
Lia Amalia Radulovic adalah seorang Kapten Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force). Meskipun begitu perlu dipahami, Mba Lia bukanlah penerbang. Beliau berkecimpung pada bagian Officer Training School Angkatan Udara Amerika. Tugasnya adalah melatih para officer-officer baru untuk dilatih dengan disiplin yang keras untuk menjadi Angkatan Udara yang handal. Dengan segala pengalaman hidup yang Keras jadilah beliau guru dari banyak penerbang handal hasil didikannya yang kini sebagian besar sudah diterbangkan dalam medan perang.
![]() |
Lia bersama anggota-anggota tim batalion |
![]() |
Lia bersama pejabat-pejabat AS keturunan Indonesia lainnya |
![]() |
Bersama orang-orang Indonesia dalam Acara Ambassador Will |
![]() |
Lia bersama suaminya Radulovic |
![]() |
Lia bersama kedua rekannya di US Air Force |
![]() |
Lia bersama murid asuhannya |
![]() |
Teman-temannya di US Air Force |
![]() |
Lia berpose dengan tim batalion |

Dari Physical Training sampai Class Room merupakan Tugas Mba Lia di Departemen Angkatan Udara Amerika menjadikannya sebagai figur yang dihormati oleh sebagian besar Marinir Angkatan Udara baik hasil binaannya maupun tidak. Berkat posisinya sebagai Kapten, kini Lia semakin populer di kalangan penduduk Indonesia yang menetap di Amerika. Bahkan Mba Lia diundang ke beberapa acara talkshow di Indonesia seperti Acara Bukan Empat Mata dengan Tukul Arwana yang terkenal itu.
Hidup di Amerika
Awal Tiba Di Amerika dimulai ketika Lia lulus SMA di Jakarta. Setelah lulus Lia mendapatkan beasiswa yang memperbolehkannya mengenyam pendidikan di Negeri Paman Sam tersebut. Senang bukan kepalang masa-masa itu ungkap Lia dalam wawancaranya dengan Radio Female Bandung. Meskipun begitu Lia sadar pelajaran hidup dimulai ketika dirinya menginjakan kaki di Negeri pengharapan tersebut. Keras dan penuh perjuangan bagi Lia sebagai pendatang yang mana perlu adaptasi yang luar biasa agar dapat bersaing mengukir prestasi di Negara yang telah menjadi Rumah Keduannya tersebut.
Setiba di Amerika, sambil mengisi waktu luangnya disamping kuliah, Lia bekerja di Restoran Cina sebagai waitress. Adapun keinginan tersebut selain untuk membiayai kehidupannya sehari-hari juga dikarenakan keinginannya untuk hidup mandiri tanpa menyusahkan kedua orang tuannya di Jakarta.Alhasila berkat kerja kerasnya Lia mampu menyelesaikan Pendidikannya di salah satu Universitas Swasta di Amerika dengan predikat Cum Laude.
Berkat prestasi akademiknya tersebut semakin mudahlah langkah Lia untuk mencetak prestasi di Amerika khususnya lembaga yang menaunginya selama ini yaitu US Air Force. Adapun kunci kesuksesan yang Lia lakukan menurutnya hal yang sangat sederhana tapi lucu yaitu memakan otak Ayam. Iya!, sewaktu kecil Lia sering dianjurkan Ibunya untuk memakan otak ayam agar menjadikannya bocah yang pintar. Meskipun terdengar konyol, Lia menganggap hal itu berperan penting dalam peningkatan karirnya sampai pada tahap ini.
Leader di Angkatan Udara AS
Percaya atau tidak, Mba Lia ini merupakan salah satu Muslim Leader yang disegani di Angkatan Udara Amerika Serikat. Dalam wawancara dengan Stasiun Radio Female Bandung, Meskipun Dia Muslim, Beliau mengatakan tidak pernah mengalami diskriminasi selama dia bekerja di Lembaga militer yang menaunginya tersebut. " Di Amerika itu kita gak boleh Diskriminasi, Zero Tolerance for Discrimination " Ungkapnya menunjukan betapa tolerannya Negeri Paman Sam tersebut terhadap orang-orang sepertinya bekerja di US AIR FORCE.
Kembali Ke Indonesia dan Rumahnya di Amerika
Meskipun sudah resmi menjadi Warga Negara Amerika Serikat yang juga merupakan salah satu syarat agar dia dapat mengabdi pada Kesatuan Angkatan Udara Amerika, Lia tetap rendah hati dan tidak kurang rasa cintanya terhadap negara asalnya Indonesia. Buktinya untuk menyaksikan kelahiran keponakannya , Lia sanggup terbang ke Indonesia. Kesempatan ini juga dipergunakannya untuk memberitahukan kepada masyarakat Indonesia jika ada anak bangsa yang sukses menjadi kapten di Angkatan Udara Amerika Serikat saat ini, suatu prestasi yang sulit untuk dilakukan oleh orang Asia sepertinya.
Saat ini Lia berdomisili di kota Montgomery ibukota Negara Bagian Alabama. Beliau tinggal bersama dengan suaminya yang merupakan imigran asal Bosnia, Radulovic. Meskipun sudah menikah beliau belum dikaruniai momongan. Meskipun begitu Lia mengatakan tetap bahagia baik di kehidupan keluarganya maupun kehidupan karirnya.
1 komentar:
wahh baru kali ini ada halaman website yang menceritakan tentang pejabat militer amerika keturunan indonesia. mantab
Posting Komentar