Senin, 22 April 2013

Book Review : Pemulihan Jiwa 3

Review Pemulihan Jiwa 3  "Bukan Aku Kalau Aku Tak Bisa Sabar", begitulah salah satu kalimat pembuka buku seri terbaru Pemulihan Jiwa oleh Dedy Susanto. Layaknya seri sebelumnya Dedy kembali berhasil menyentuh hati-hati sakit yang perlu dipulihkan. Bukan tanpa alasan beliau menulis buku ini, dalam seri sebelumnya Dedy menjelaskan bahwa isi buku-buku tersebut merupakan cerminan pengalaman pahitnya sebagai insan manusia yang tegar dan mampu bangkit ketika dunia tidak berpihak padanya.
 
Menurut saya buku seri Pemulihan Jiwa ini adalah salah satu buku motivasi yang terbaik saat ini, layaknya seorang Bapak yang bijak terhadap anaknya, Dedy mampu menyelami isi hati orang-orang yang diluar kelihatan baik akan tetapi hatinya hancur sehingga patah semangat menjalani sisa hidupnya. Dedy seakan-akan mengetahui setiap jejak-jejak luka yang bersarang di ribuan para pembacanya dan berusaha mengeluarkan mereka serta menggantikannya dengan harapan untuk hidup lebih bahagia. Kemampuannya menyelami isi hati banyak orang tersebut seakan-akan menghancurkan hegemoni peribahasa "Isi lautan bisa diukur, akan tetapi Isi Hati Orang siapa yang tahu?


Bukan Aku Kalau Aku Tidak Bisa Sabar, kalimat ini menurut saya kurang ajar, Ups,,,jangan berfikiran negatif dulu, kurang ajar disini maksud saya adalah bahwa pada dasarnya kalimat ini mengingatkan mengenai besarnya kekurangan kita dalam hal pengendalian diri. Coba deh ingat kapan terakhir kali kita memaafkan orang lain? mungkin pernah setahun yang lalu atau sebulan yang lalu. Seterusnya coba ingat lagi apakah "dendam" itu sudah hilang atau masih membekas? jika belum layaknya memang Anda harus mengaplikasikan kalimat ini dengan baik dan benar dalam proses kehidupan Anda.
 
Dedy dalam tiap-tiap bukunya selalu mencantumkan kalimat ini "demi kebahagiaanku..demi kesehatanku..demi rejekiku..demi rasa sayangku pada diriku sendiri..aku maafkan orang-orang yang telah menyakitiku”. Jujur untuk pertama kali saya batin saya dikejutkan oleh sebuah buku khusunya oleh kalimat di atas. Saya baru tahu bahwa sebenarnya memaafkan orang yang menyakiti perasaan kita adalah untuk kebaikan kita sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari kita, jika ada yang berkonflik kita sering mendengar" ya udah deh maafkan saja, orang sabar disayang Tuhan" atau "Sabar biar dapat palaha, ntar dia kena karma kok". Kedua ekspresi kalimat tersebut seakan-akan mengindikasi bahwa memaafkan adalah suatu hal yang terpaksa dilakukan dan terkesan merugikan orang yang memaafkan tersebut. Akan tetapi kebenarannya adalah memaafkan orang yang menyakiti kita adalah untuk kebaikan kita sendiri.
 
Dengan memaafkan orang lain kita akan lebih bahagia, coba deh bayangkan ketika Anda mempunyai konflik dengan orang lain dan konflik tersebut berlarut-larut mempengaruhi Anda, maka lama-kelamaan akan dapat mempengaruhi kesehatan Anda. Begitu juga rezeki dan kebahagiaan Anda yang turut jatuh akibat enggan memaafkan orang yang menyakiti perasaan Anda.
 
Meskipun sederhana namun tidak dapat dipungkiri bahwa "ramuan" yang disusun oleh Dedy ini sangat mujarab, saya sungguh kaget menyadari bahwa selama ini yang menyebabkan saya sakit hati dan kurang bias berhubungan kembali dengan orang yang pernah berkonflik dengan saya karena kurangnya kemampuan untuk memaafkan orang yang bersalah kepada saya.
 
Di Agama saya sendiri sungguh jelas keharusan memaafkan orang yang bersalah ini, hal ini tercantum dalam Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus Kristus saat Beliau mengingatkan murid-murid-Nya untuk tetap setiap setia hidup di dalam Tuhan. Salah satu penggalannya yang berbunyi " Maafkanlah kesalahan kami seperti kami memaafkan orang yang bersalah kepada kami", doa ini selalu saya dengar dan ucapkan setiap kesempatan akan tetapi yang saya heran mengapa hanya hari ini saya menyadarinya. Sungguh luar biasa makna dari doa tersebut, mungkin sudah waktunya kita harus kembali dengan esensi kehidupan yang dapat saling memaafkan demi masa depan dan kehidupan yang tenang, damai dan bahagia.
 
 

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails