Rabu, 08 Desember 2010

Seputar Pemilihan Gubernur Di Kampus


Tidak terasa meskipun Saya akan tamat dari Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara sebentar lagi, pergantian Gubernur dapat saya saksikan. Merupakan hal yang sangat membanggakan dapat menjadi salah satu Mahasiswa yang dapat menyaksikan pergantian pemerintahan Mahasiswa di tingkat Fakultas. Meskipun terbilang tidak besar akan tetapi Pemilihan Gubernur ini akan mempengaruhi nasib kampus di masa yang akan datang. Sehingga diperlukan seorang pemimpin yang dapat merealisasikan setiap aspirasi mahasiswa yang masih aktif di Kampus.

Dapat saya perhatikan bahwa setiap kegiatan kampanye dari masing-masinga kandidat sudah sangat baik dan mematuhi aturan-aturan kampanye yang telah ditetapkan sebelumnya. Meskipun begitu ada saja kampanye-kampanye curang seperti mencabut atribut-atribut ataupun poster-poster dari kandidat lainnya. Di sampjng itu menurut Saya kampanye-kampaanye yang dijalankan oleh masing-masing kandidat sangatlah berlebihan, sebagai contoh memajang poster ukuran raksasa di setiap sudut kampus yang menurut saya tidaklah diperlukan mengingat ranah pemilihan hanyalah sebatas lingkungan kampus. Bukankanh hal ini sama saja mebuang-buang uang dengan percuma. Tidak diketahui dari mana para kandidat-kandidat ini mendapatkan dana untuk melakukan aksi-aksi yang demikian meskipun dari kabar angin yang saya terima alumni-alumni dari setiap organisasi ikut ambil andil dalam penyediaan dana kampanye. Sungguh luar biasa para alumni tersebut! meskipun mereka sering berteriak-teriak tentang masalah pemberantasan kemiskinan serta sering berakting sebagai sosok yang memihak wong cilik, akan tetapi sikap dan perbuatan mereka dalam kampanye ecek-ecek ini tidak mencerminkan apa yang sering mereka teriakan. memalukan sekali!

Pemilihan Gubernur atau yang sering disebut Pemira kali ini sangat sengit sebab para kandidat yang dicalonkan terdiri atas mahasiswa-mahasisa stambuk muda meskipun yang sudah stambuk tua juga ada yang ikut bertarung. Akan tetapi melihat faktir-faktor yang disajikan sepertinya kemenangan akan berpihak pada calon tua meskipun ada kemungkinan yang tidak kecil calon muda akan mencicipi hangatnya kursi kekuasaan di kampus oleh sebab mendapat dukungan dari golongan tertentu. Menurut saya agama akan masih menjadi salah satu penentu kemenangan Pemira ini, seperti yang dulu-dulu agama akan dijadikan landasan agar pemilih calon atau kandidat gubernur merasa satu golongan dengan calon segolongan dengan mereka dan pada akhirnya memilih sang calon tanpa mengetahui kualitas kepemimpinannya dan bagaimana sosok pribadinya.

Memang sulit sememangnya menerapkan prinsip demokrasi di negara yang masih menekan budaya nepotisme dan kedaerah-daerahan. Hal ini tentunya berbeda dengan keadaan yang terjadi di Amerika, di negara yang menjujung HAM yang tinggi ini, golongan dan kelompok bukan merupakan landasan bagi pemilih untuk memilih sang calon sebagai pemimpin mereka. Masyarakat Amerika sangat mementingkan kualitas dan tentunya pengalaman serta latar belakang sang calon. Sebagai contoh Barack Obama yaitu Presiden Amerika yang terpilih tahun 2008 kemarin tentunya mengejutkan dunia. Adapun alasannya bahwa dia adalah seorang pria kulit hitam, dimana Amerika adalah negara yang mayoritas berkulit putih merupakan suatu yang hebat jika seorang kulit hitam dapat menang. Memang pada dasarnya hal tersebut sudah diprediksikan sebelumnya, keadaan Amerika yang kacau balau pada masa itu akibat perang mengakibatkan banyak masyarakat Amerika enggan tergenang lagi dalam penderitaan rasisme mereka menginginkan perubahan, obama dalam kampanyenya sering mengumandangkan perubahan menyeluruh terhadap Amerika, mungkin oleh karena itu dia menang meskipun perubahan yang sering dia ucapkan belum juga terjadi setelah 2 tahun masa tugasnya berjalan.

Apapun itu semoga pemilihan gubernur kali ini berjalan dengan lancar dan sukses yang pada akhirnya akan diperoleh pemimpin yang benar-benar dapat menyatukan segenap elemen kampus tanpa membeda-bedakan satu kelompok dengan kelompok lainnya. Semoga!

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails