
Saya sebenarnya enggan mengangkat isu ini akan tetapi menjadi heran sekaligus penasaran apakah hal tersebut memang benar-benar terjadi atau hanya isu yang dibuat-buat untuk menutupi pemberitaan korupsi oleh sebagian aparatur pemerintah yang hampir mewarnai layar kaca keluarga Indonesia setiap hari. Entahlah, yang pasti Ini bukan pertama kalinya karena sebelumnya telah terjadi isu serupa di Malaysia dimana Pembantu Rumah Tangga asal Indonesia dijual dengan diskon 40%. Entah apa yang dipikirkan oleh oknum-oknum ini, apakah mereka sudah kehilangan akal sehatnya dan apakah tidak ada jalan lain untuk mendapatkan rezeki diluar menjual harga diri orang lain.
![]() |
TKI Asal Indonesia sedang berjajar untuk dipamer di Plaza Singapore |
Sungguh kasihan nasib pembantu Rumah Tangga Indonesia yang menjadi korban pelecehan harga diri manusia di Singapore dan Malaysia. Sungguh tidak berperikemanusiaan !, apakah pantas manusia di posisikan seperti itu? sebagai contoh di Bukit Timah Plaza Singapore yang menjual Pembantu Rumah Tangga denga Tema "TKI On Sale" dimana masing-masing pembantu di suruh duduk berderet agar dapat dipilih oleh sang pembeli, selanjutnya Curriculum Vitae dan Keterangan data diri masing-masing TKI tersebut dipajang di Jendela-jendela layaknya barang dagangan. Sungguh keterlaluan semoga orang yang melakukan tersebut disumpah serapah 7 Turunan.
Tapi yang menjadi masalah di sini adalah oknum pemerintah yang dinilai lambat dan cenderung mencari Alasan dalam menghadapi isu-isu ini sebagai contoh pernyataan dari perwakilan KBRI di Singapore , Andri Hadi seperti dikutip dari Yahoonews:
Javamaids bahwa iklan perekrutan itu tidak ditujukan bagi TKI, kecuali untuk calon pekerja rumah tangga dari negara lain. Hal itu diakui Javamaids dengan mempertimbangkan, biaya rekrutmen TKI dirasakan tinggi oleh para pengguna keluarga yang ada di Singapura.
Ha? apa tidak salah pernyataan beliau? maksa bangat ya, maksudnya apa sih? sudah jelas-jelas Javamaids itu merupakan penyalur tenaga kerja Indonesia, kok bisa-bisa dia berkilah bahwa perusahaan tersebut tidak ditujukan untuk TKI melainkan untuk Pekerja Rumah tangga negara lain. Manuver apa lagi Bapa Andri Hadi lakukan? apakah dia sudah tak tahu haru melakukan apalagi untuk menutupi kinerjanya yang buruk atau beliau cuek bebek masa bodoh dengan isu ini, padahal harga diri bangsanya sedang di injak-injak bangsa asing? Jika saya Presiden saya langsung pecat oknum yang mengeluarkan
pernyataan seperti itu, sangat tidak nasionalis dan cenderung acuh tak
acuh dalam melakukan investigasi. Oknum bangsa seperti inilah yang aka
membawa negara ini kejurang kehancuran. Kapan Lanjut beliau:
Sudah dilakukan klarifikasi pencantuman Javamaids bukanlah untuk diartikan TKI Jawa, melainkan sebuah nama perusahaan perekrut tenaga kerja sektor domestik yang ada di Singapura
Ha kan! lagi-lagi omongannya tidak bisa dipercaya? mengapa semudah itu beliau beranggapan padahal sudah jelas-jelas kata "Javamaids" itu mengandung arti Pembantu Jawa. Jika pun sudah diklarifikasi alangkah baiknya langsung turun ke lapangan untuk diinvestigasi biar jelas apakah Agen tersebut berkata jujur atau tidak, dan apabila tidak segera cabut izin usahanya dan diberikan sanksi, bukan langsung memberikan pernyataan yang membuat orang berut dahinya. Apakah hanya sebatas itu yang dapat mereka lakukan untuk melindungi masyarakat Indonesia di Singapura? Terus apakah mereka tidak merasa terhina akibat perbuatan bangsa asing ini?
Bagian lain yang mneyakitkan adalahnya mengatahui bahwa oknum-knum pelaku Human Traficcking sebagian besar adalah Orang Indonesia. sebaga contoh apa yang terjadi Chow Kit, Malaysia dimana oknum pelaku rupanya bernama Rubini, benak langsung berasumsi bahwa beliau adalah orang Indonesia karena namanya sangat mudah ditemui di Indonesia. Terus jika benar demikian? siapakah yang patut disalahkan di Sini? sulit memang untuk memutuskannya setelah mengetahui bahwa rupanya sebagian besar perdagangan manusia Indonesia disinyalir pelkunya juga orang Indonesia. Apakah mereka memang sudah hilang rasa nasionalis serta religiusitasnya? entahlah tapi yang jelas Indonesia akan cepat menuju lembah kehancuran jika ini tidak diperbaiki secepat Mungkin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar