Senin, 13 Januari 2014

Tragedi Kematian Ratu Kecantikan Venezuela

Tidak banyak kata yang terucap terhadap kematian wanita cantik yang bernama lengkap Monica Spear Mootz ini, ratu kecantikan yang dinobatkan sebagai Miss Venezuela tahun 2004 silam mengguncang dunia dengan berita duka cita kematiannya. Monica bersama mantan suaminya Thomas Henry Berry tewas ditembak oleh sekumpulan geng perampok tak dikenal dalam perjalanan wisata mereka di Puerto Cabello negara bagian Carabobo, Venezuela. Monica dan suaminya meninggalkan seorang anak perempuan bernama Maya Veliz Berry yang juga korban ulah kejam para perampok tersebut namun selamat meskipun mengalami cidera luka tembak dibagian kaki si mungil tersebut.


Monica Spear - Miss Venezuela 2004
Monica Spear adalah mantan Miss Venezuela yang bertarung memperebutkan mahkota Miss Universe tahun 2005 yang diselenggarakan di kota Bangkok, Thailand 9 tahun silam. Wajahnya yang cantik beserta kemampuan berbahasa Inggrisnya yang lancar membuatnya sebagai kandidat terkuat untuk merengkuh mahkota ratu sejagat tersebut. Monica berhasil masuk ke dalam Top 15 dan mendapatkan perhatian penonton di panggung final Miss Universe 2005 serta membuat 80 kontestan dari Negara lainnya ketar ketir termasuk perwakilan Indonesia saat itu, Artika Sari Devi yang juga lolos ke 15 besar. Namun sayang dalam sesi tanya jawab final antara juri dan kontestan, Monica tampak tidak menghabiskan jawabannya yang mengakibatkan kansnya untuk menjadi jawara harus kandas untuk selamanya. Kontes tersebut akhirnya dimenangkan oleh kontestan keturunan Rusia asal Kanada, Natalia Glebova, namun publik masih berpendapat Monica lah yang pantas mendapatkan mahkota tersebut.


Kandidat terkuat Miss Universe 2005
Kehidupan setelah Miss Universe menjadi tonggak karir bagi Monica, tawaran akting Telenovela datang silih berganti kepadanya. Telenovela yang paling sukses dibintanginya adalah Passion Prohibida atau terjemahan translasinya adalah Cinta yang terlarang, sebuah Telenovela yang diadaptasi dari serial drama Turki yang sukses di Timur. Telenovela tersebut juga dibintangi oleh bintang Telenovela kenamaan lainnya seperti Mercedez Molto dan Jencarlos Canella. Dalam serial tersebut Monica berperan sebagai sosok protagonist, wajah yang cnatik dan khas membuat publik Venezuela mencintai perannya dalam serial tersebut. Namun sayang kini Venezuela telah kehilangan bintang kesayangan mereka, tragedi yang menimpanya kini menjadi berita besar bukan hanya di Venezuela melainkan seantero benua Amerika dan Eropa.

Monica dan suaminya Thomas sebenarnya bukan pertama kali merasakan ganasnya kejahatan di Negeri Kecantikan tersebut. Sebelumnya, Thomas juga pernah tertembak karena menghalangi mobilnya digasak oleh sekumpulan pencuri yang mengakibatkan salah satu teman semobilnya tewas. Thomas akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Venezuela dan lebih memilih untuk hidup di Florida, Amerika Serikat. Monica pun demikian, kerasnya hidup di Negeri kelahirannya tersebut membuatnya hengkang dan lebih memilih untuk hijrah ke Florida meninggalkan sanak saudaranya. Kepindahannya ke Amerika Serikat ini membuatnya fasih berbicara 3 (tiga) bahasa yaitu Spanyol, Inggris dan Prancis, sebuah talenta yang luar biasa untuk orang Venezuela yang sebagian besar sulit berbahasa asing.

Tragedi Monica dan mantan suaminya ini menyadarkan dunia internasional akan bahaya negeri yang baru ditinggal pergi oleh pemimpin kontroversial Hugo Rafael Chavel Frias ini. Negeri berpenduduk lebih dari 28 juta manusia ini sekarang akan lebih dikenal sebagai negeri yang paling berbahaya dikunjungi di Amerika Selatan. Bukan tanpa alasan, Venezuela kini tercatat sebagai negeri yang paling tidak aman bahkan mengalahkan ganasnya mafia di Kolombia sekalipun. Sungguh menyedihkan mengingat Venezuela sering dikenal dunia sebagai penghasil Ratu Kecantikan yang menguasai kontes-kontes kecantikan internasional seperti Miss Universe dan Miss World. Ironisnya kali ini mantan Ratu Kecantikan Venezuela lah yang menjadi bahayanya kehidupan di negara bekas jajahan Spanyol tersebut.

Monica dan Thomas, meskipun telah bercerai tetap akrab demi sang buah hati
Entah apa yang membawa Monica beserta keluarga kecilnya memutuskan untuk berwisata dengan mobil mengarungi Venezuela. Padahal sang suami masih disegarkan ingatannya akan kejadian bertahun-tahun yang lalu ketika dirinya menjadi korban penembakan geng perampok yang mengakibatkan peluru bersarang di tubuhnya selama berbulan-bulan. Mungkin kecintaan Monica pada negeri kelahirannya tersebutlah yang membuatnya berani mengarungi mobil bersama suami dan anak semata wayangnya tersebut. Sang suami Thomas juga mempunyai kecintaan yang amat dalam terhadap Venezuela meskipun berkewarganegaraan Inggris, Thomas rela bolak-balik Venezuela-Amerika-Inggris hanya untuk mengobati rasa kerinduannya akan negeri Nicolas Maduro tersebut.

Kejadian tragis yang menimpa Monica beserta keluarganya tersebut dimulai dengan bocornya ban mobil yang mereka kendarai di sekitar jalan raya di pertengahan kota Puerto Cabello. Sang suami yang mengetahui kondisi tersebut langsung memberhentikan mobilnya dan keluar untuk memeriksa keadaan yang terjadi. Monica pun turut keluar dari mobil, seraya membantu sang suami memecahkan masalah yang mereka alami. Melihat kondisi ban mobil yang bocor, Monica dan Suami pun berusaha untuk mencari bantuan di sekitar kejadian, melihat sekumpulan pemuda Monica dan Thomas langsung mendekati dan meminta bantuan untuk membantu mereka. Namun alangkah terkejutnya mereka tiba-tiba sekumpulan pemuda tersebut mengacungkan pistol dan mengancam untuk membunuh jika tidak memberikan apa yang mereka minta. Karena panik, kedua pasangan yang sudah bercerai tersebut langsung masuk ke mobil dan mengunci erat-erat semua jendela. Namun karena kejamnya geng perampok tersebut, Monica dan Thomas ditembak dari luar yang berujung pada maut bagi keduanya karena peluru menembus mobil yang mereka kendarai. Monica dan Thomas pun tewas seketika, sedangkan putri mereka Maya Veliz dilarikan ke rumah sakit karena kakinya juga terkena tembakan.

Foto Monica sehari sebelum dirinya tewas ditembak geng perampok
Monica dan Thomas akhirnya dikuburkan dengan acara pemakaman yang penuh isak tangis dari sanak saudara mereka. Tak ada kata-kata yang dapat menggambarkan keterkejutan para keluarga dan teman Monica paska kepergiannya yang mendadak dan tragis tersebut. Publik Venezuela pun tidak tinggal diamNasib putri keduanya kini menjadi berita hangat karena masing-masing kedua orang tua Monica dan Thomas "bertengkar" merebutkan hak asung Maya Veliz buah cinta Monica dengan pebisnis asal Inggris tersebut.
Monica dan Thomas tetap akrab dan bersahabat meskipun telah bercerai, hal ini tampak seringnya waktu dihabiskan keduanya bersama putri kesayangan mereka tersebut. Bahkan keduanya sempat berencana rujuk kembali membangun mahligai keluarga yang sempat retak dilanda ketidakcocokan. Kini hanya sang putrilah harapan keluarga yang ditinggalkan, namun pahit bagi Maya Veliz pastinya setelah menyaksikan kedua orang tuanya meninggal dengan cara seperti itu. Namun doa dan kasih sayang yang mengalir padanya akan menjadi bekal baginya mengarungi samudera kehidupan dunia yang kejam. Semoga.


Rest in Peace Monica Spear Mootz dan Thomas Henry Berry

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails