
Masa-masa ku di Kampus akan segera berakhir dengan hitungan bulan, semua sudah dipersiapkan agar aku lulus dengan sempurna kelak. Akan tetapi ada benarnya apa yang orang bilang kalau semua yang direncanakan belum tentu akan berhasil dengan apa yang diharapkan sebelumnya. Cita-cita yang dari dulu saya canangkan yaitu tamat dengan nilai Cum Laude atau sempurna. Adapun pengertian dari Cum Laude itu bagi yang belum tahu adalah suatu nilai dimana seorang mahasiswa Tamat dari Universitas dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) diatas 3,5 dengan jangkan waktu belajar 5 tahun. Sungguh menyenangkan ketika mengetahui bahwa nilai IPK saya sudah mencapai nilai standard tersebut dan tinggal menunggu lulus saja. Perlu diketahu bahwa nilai IPK saya adalah pas-pasan yaitu hanya sekitar 3,54 dan itu tidak menjamin saya lulus dengan status Cum Laude. Perlu mengulang mata pelajaran yang mendapat nilai C untuk menaikkan nilai IPK menuju angka aman 3,6. Segala cara sudah saya tempuh dan setiap kerja keras saya curahkan sudah.
Akan tetapi itu tidak berlangsung lama, sepertinya keberuntungan tidak memihak saya di akhir-akhir perkuliahan. Di semester 7 yang mungkin semester terakhir, saya mendapat nilai terburuk dalam sejarah saya kuliah di Universitas Sumatera Utara. Nilai B sangat mendominasi nilai-nilai saya yang berujung pada penurunan nilai Indeks Prestasi Kumulatif saya, sungguh menyakitkan sekali menyadari bahwa perjuangan bertahun-tahun terhempas sudah akibat nilai ketidakberuntungan di semester "santai" ini. Tidak aya sadari dengan banyaknya nilai B tersebu menjadikan nilai IPK saya keluar dari standard Cum Laude, apakah ini yang harus saya terima setelah bertahun-tahun berjuang mati-matian?
Sungguh saya adalah tipe orang yang tidak bisa menerima kekalahan, apalgi kekalahn yang disebabkan oleh ketidakobjektifan. Sungguh kjam rasanya menilai para dosen yang tidak menghargai kerja keras mahasiswanya dan menghancurkan cita-citanya. Bukan waktu yang singkat untuk menanamkan kepercayaan diri , hal itu merupakan esensi pribadi yang butuh perjuangan dalam mengeluarkannya. tapi apakah arti keluhan jika pada akhirnya takdir sudah berjalan.
Nilai IP ku yang kini sudah diujung tanduk, bersiap untuk keluar dari angka standard Cum Laude. Aku sebagai manusia yang bertuhan menerima saja karena yakin itu merupakan hal yang terbaik, bak pepatah yang mengatakan "Apa yang terjadi itulah yang terbaik", itulah kurasakan sekarang , tiada penyesalan ataupun kemarahan tang tersisa hanya harapan menunggu datang sebuah keajaiban. Kita Tunggu saja.
Akan tetapi itu tidak berlangsung lama, sepertinya keberuntungan tidak memihak saya di akhir-akhir perkuliahan. Di semester 7 yang mungkin semester terakhir, saya mendapat nilai terburuk dalam sejarah saya kuliah di Universitas Sumatera Utara. Nilai B sangat mendominasi nilai-nilai saya yang berujung pada penurunan nilai Indeks Prestasi Kumulatif saya, sungguh menyakitkan sekali menyadari bahwa perjuangan bertahun-tahun terhempas sudah akibat nilai ketidakberuntungan di semester "santai" ini. Tidak aya sadari dengan banyaknya nilai B tersebu menjadikan nilai IPK saya keluar dari standard Cum Laude, apakah ini yang harus saya terima setelah bertahun-tahun berjuang mati-matian?
Sungguh saya adalah tipe orang yang tidak bisa menerima kekalahan, apalgi kekalahn yang disebabkan oleh ketidakobjektifan. Sungguh kjam rasanya menilai para dosen yang tidak menghargai kerja keras mahasiswanya dan menghancurkan cita-citanya. Bukan waktu yang singkat untuk menanamkan kepercayaan diri , hal itu merupakan esensi pribadi yang butuh perjuangan dalam mengeluarkannya. tapi apakah arti keluhan jika pada akhirnya takdir sudah berjalan.
Nilai IP ku yang kini sudah diujung tanduk, bersiap untuk keluar dari angka standard Cum Laude. Aku sebagai manusia yang bertuhan menerima saja karena yakin itu merupakan hal yang terbaik, bak pepatah yang mengatakan "Apa yang terjadi itulah yang terbaik", itulah kurasakan sekarang , tiada penyesalan ataupun kemarahan tang tersisa hanya harapan menunggu datang sebuah keajaiban. Kita Tunggu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar