
Saat-saat hujan adalah waktu yang selalu saya tunggu-tunggu, bukan hanya karena keindahannya akan tetapi terapi hujan yang diberikan kepada kedua kupingku yang haus akan nyanyian merdu bak bidadari dari khayangan. Di saat hujan saya menemukan sesuatu momen dimana pikiran dapat melayang menggapai ingatan-iungatan masa lalu yang hamper terlupakan oleh kejadian-kejadian di masa sekarang. Ingatan-ingatan tersebut seolah-olah menceritakan suatu perjuangan kepadaku tanpa ku sadari bahwa yang berjuang didalamnya adalah diriku sendiri. Selanjutnya hal yang kurasakan adalah beraneka macam mulai dari sedih, bahagia hingga kesepian, ah sememangnya hujan sememangfnya harus dinimkati oleh setiap manusia untuk intropeksi diri daripada dijadikan musik iringan ke peraduan.
Hujan tidak hanya memberikan kebahagian kepadaku selaku mahkluk hidup yang mempunyai akal, tumbuhan pun mendapatkan manfaat dari air yang berjatuhan ini. Mereka tampak senang kehijauan memandang sekeliling dengan bahagia lalu berbasah-basahan subur dengan kegembiraan. Saya pun selaku pencinta tumbuhan merasa kesenangan tersebut memasuki kalbu diri yang paling dalam. Sungguh senang melihat mereka berkumpul dengan tertib merasakan sebuah kesenangan yang mereka dapat dari pencipta-Nya.
Dimasa-masa hujan seperti ini saya lebih banyak merenung, sunggiuh ironis memang ketika sebahagian orang menggunakan momen teduh ini untuk tidur, saya malah menjadikannya sebagai tempat beradu curhat. Entah mengapa hujan seperti teman yang enak diajak bicara, tidak sering membantah dan memberi pengertian selebihnya hanya diam saja.
Tumbuhan-tumbuhan tampak menghijau luar biasa, hal ini tentunya menandakan bahwa mereka sememangnya` bergembira datangnya waktu yang sememangnya menyuburkan mereka. Mereka adalah penyelamat paru-paru manusia, sungguh ironis memang mengingat keberadaan mereka sering di ganggu dan dirusakan habitatnya oleh para manusia-manusia yang tamak akan harta dunia.
Jalan-jalan yang ditelusuri pun basah dan segar, akan tetapi awas sekali-kali kondisi ini dapat melukai karena sangat licin ketika berjalan diatas, sungguh harus berhati-hati bagi para pedestrian.
Genangan air seperti ini sebanranya dapt diperbaiki akan tetapi sangat sulit untuk direalisasikan mengingat tidak adanya kesadaran oleh pihak-pihak baik dari perbuatan preventif maupun represif.
Para penjaja kaki jalanan pun tidak mau kalah bergembira, mencari sesuap nasi melalui kantong mahasiswa yang menggali ilmu di instansi sumur pengetahuan. Sungguh sedap dan lezat rasa makanan yang mereka suguhkan. Harga yang relatif terjangkau menambah keinginan membeli bagi perut-perut yang keroncongan. Sememangnya apabila sehabis hujan seperti ini memang enak mencicipi cemilan jalanan sambil menikmasti suasana segar setelah diguyur hujan. Ditambah lagi melihat pelangi di ufuk barat yang tampak tersenyum menyambut manusia untuk bergembira, sebuah tanda dari Yang Maha Kuasa akan Janji-Nya bahwa tidak akan terjadi air bah lagi di dunia. Sungguh mengagumkan Janji Tuhan tesebut. Kondisi yang romantis ini sungguh merupakan hal yang tidak dapat dilewati dalam kehidupan.
Setelah lelah habis jalan-jalan sehabis hujan, letih tubuh menandakan saat pulang. Menyusuri jalanan universitas sambil memandangi kampus yang sebentar lagi akan kutinggalkan. Oh sungguh tak percaya bahwa Aku akan tamat menyelkasaikan studiku setelah 4 tahun berjuang keras menjadi orang yang berilmu. Rasa rindu pun datang menyelinap yang terkadang menyesakan hati menangis bahwa semua kebahagiaan akan terganti dengan sesuatu hal yang tidak pasti. Tapi jiwa tersirami bahwa hukum perpisahan pasti akan terjadi, dimana ada perjumpaan pasti ada perpisahan dan dimanan ada awal tentunya ujung akan datang juga. Semua tercipta alamiah akan tetapi tidak semua yang dapat menerima, namun apabila harapan akan perubahan yang lebih bahagia menyelinap mengobati setiap kesakitan, semuanya akan baik-baik saja.
Jalan-jalan sehabis hujan adalah terapi yang manjur untuk mengobti stres. Semua ini akan kuingat sampai akhir hidupku. Aku tahu aku akan merasakan banyak pengalaman yang lebih baik dari ini, tetapi keindahan yang kudapatkan tidak mungkin bisa kulupakan begitu saja. Terima kasih hujan telah hadir dalam hidupku.
Hujan tidak hanya memberikan kebahagian kepadaku selaku mahkluk hidup yang mempunyai akal, tumbuhan pun mendapatkan manfaat dari air yang berjatuhan ini. Mereka tampak senang kehijauan memandang sekeliling dengan bahagia lalu berbasah-basahan subur dengan kegembiraan. Saya pun selaku pencinta tumbuhan merasa kesenangan tersebut memasuki kalbu diri yang paling dalam. Sungguh senang melihat mereka berkumpul dengan tertib merasakan sebuah kesenangan yang mereka dapat dari pencipta-Nya.





Tumbuhan-tumbuhan tampak menghijau luar biasa, hal ini tentunya menandakan bahwa mereka sememangnya` bergembira datangnya waktu yang sememangnya menyuburkan mereka. Mereka adalah penyelamat paru-paru manusia, sungguh ironis memang mengingat keberadaan mereka sering di ganggu dan dirusakan habitatnya oleh para manusia-manusia yang tamak akan harta dunia.


Jalan-jalan yang ditelusuri pun basah dan segar, akan tetapi awas sekali-kali kondisi ini dapat melukai karena sangat licin ketika berjalan diatas, sungguh harus berhati-hati bagi para pedestrian.


Genangan air seperti ini sebanranya dapt diperbaiki akan tetapi sangat sulit untuk direalisasikan mengingat tidak adanya kesadaran oleh pihak-pihak baik dari perbuatan preventif maupun represif.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar