
Menyingkap segala sesuatu tabu masih sensitif di telinga masyarakat Indonesia. Akan tetapi ketidaktahuan terhadap hal yang tabu tersebut akan menimbulkan berbagai macam persepsi yang salah sehingga sehingga diperlukan pemberitahuan informasi yang benar terhadap sesuatu fenomena. Marak beredarnya film-film dewasa di Indonesia mengelitik keinginan saya untuk menyusuri jejak-jejak timbulnya fenomena sosial ini. Film dewasa yang sebagian orang dikatakan sebagai alat perusak moral bangsa dikatakan sebagai seni oleh sebagian orang lainnya. Itulah perbedaan yang mencuat di permukaan dan menjadi perdebatan. Indonesia meskipun negara timur yang menjunjung nilai-nilai adat istiadat tidak terlepas dari belenggu problema film dewasa ini. Banyak sekali film-film dewasa amatiran yang bermunculan dan berakhir di pengadilan. Sang pelaku pun beragam, mulai dari Anak SMA, Selebriti sampai pejabat negara. Biasanya mereka merekam adegan-adegan mesumnya melalui ponsel yang berfitur kamera, meskipun terkadang hasilnya kurang berkualitas akan tetapi hasilnya dapat di jual di pasaran dan laku keras lewat kepingan CD. Itulah yang unik dari fenomena sosial ini, di suatu sisi perbuatan mereka merupakan perusak moral akan tetapi di sisi lain menurut sang pelakunya pembuatan film dewasa tersebut hanya merupakan koleksi pribadi yang tidak bertujuan untuk disebarluaskan.
Permasalahannya adalah kapan pertama kali film dewasa dibuat dan bagaimana pula respon massyarakat terhadap hal tersebut. Well, menurut buku karangan Patrick Robertson yang berjudul Film Fact menyatakan bahwa film dewasa yang pertama kali di buat yang juga diketahui tanggal pembuatannya adalah film yang berjudul A L'Ecu d'Or ou la bonne auberge, di buat di Prancis pada tahun 1908. Adapun plot film ini bercerita tentang seseorang tentara yang kelelahan menginap di suatu tempat penginapan lalu bersetubuh dengan salah satu pelayan penginapan tersebut. Film ini dibuat dengan tangan amatir dan disebarkan dengan diam-diam, maklum pada masa itu kehidupan barat tidaklah sebebas masa sekarang. Agama masih berperan kuat dalam kehidupan masyarakat barat serta tentangan sosial menjadi alasan mengapa banyak para pemain film dewasa pada masa itu enggan untuk membeberkan sosok asli mereka. Yang perlu diingat bahwa film dewasa pertama ini bukan untuk komersilkan melainkan hanya sebuah karya seni mengingat pada masa itu film masih jarang di produksi dan dikomersilkan.
Klaim yang lain mengatakan bahwa film dewasa yang di buat di Argentina berjudul El Satario adalah film dewasa yang tertua di dunia, diperkirakan film ini di buat sekitar tahun 1907-1912. Oleh karena tidak ada tanggal pembuatan yang pasti jelaslah klaim ini tidak dianggap benar sehingga hanya menjadi anggapan-anggapan semata.
Klaim yang lain adalah film yang dibuat di Jerman berjudul Am Abend, dibuat sekitar tahun 1910, sehingga jika ditelaah film ini bukanlah film yang pertama kali melainkan hanya merupakan salah satu yang tertua. Adapun plot dari film ini menceritakan tentang seorang perempuan yang memuaskan dirinya melalui masturbasi di sebuah kamar yang selanjutnya pergi keruangan lain dimana telah ada seorang laki-laki yang menunggunya dan mereka melakukan adegan penetrasi anal dan fellatio.
Itulah sekilas mengenai sejarah film dewasa yang pertama kali dibuat. Semua dokumentasi film-film tersebut kini tersimpan rapi dalam Kinsley Collection di Amerika. Saya secara pribadi belum pernah menonton film tersebut, kalau cuplikan gambarnya sih ada tapi enggan saya tampilkan di blog saya ini sebab gambar-gambaranya vulgar bertolak belakang dengan blog saya yang bernuansa keluarga. Tapi kalau Anda masih penasaran bagaimana gambar-gambarnya, Anda google saja nama-nama film tersbeut niscaya akan keluar gambarnya. cukup sekian tulisan bebas ini. Terima Kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar